Pemulihan Kebangkitan Pariwisata di Masa Pandemi adalah harapan seluruh pemangku kepentingan pariwisata yang meliputi media, industri pariwisata, komunitas pariwisata, akademisi, kementerian/ lembaga, pemerintah daerah, dan wisatawan.

Strategi pemulihan pariwisata berdasarkan Rantai Nilai Pariwisata sebagai berikut.

1. Kebijakan dan Perencanaan  Terintegrasi – Kolaborasi Pemerintah – Industri – Komunitas (CHSE certified) 

– Kolaborasi PPC (Public-Private-Community)
– Kebijakan pengembangan 5 DSP dan perencanaan terintegrasi dengan pemangku kepentingan 
– Dasbor BSC

2. Pengembangan Produk dan Pengemasan – Inovasi produk/ paket wisata yang punya nilai jual (unique selling point) dan ramah lingkungan (enviromentally friendly) serta dapat disesuaikan dengan tujuan wisatawan (CHSE certified). 

– Layanan online, sejak  keberangkatan wisatawan dari tempat asalnya, kedatangan wisatawan di destinasi pariwisata, selama beraktivitas di destinasi pariwisata, sampai kepulangan wisatawan ke tempat asalnya.
– Menjamin kualitas (quality assurance), paket wisata dapat disesuaikan dengan kebutuhan/ tujuan wisatawan dan tersertifikasi CHSE.

3. Manajemen Destinasi dan Layanan – DI2R (Destination Image to Reality) – CHSE certified

– Famtour (testing the water), kunjungan jurnalis pariwisata dari dalam dan luar negeri untuk memberi feed back kepada pengambil kebijakan, apakah destinasi yang akan dikunjungi telah siap atau perlu diperbaiki, sebelum menerima kunjungan wisatawan.
– Destinasi yang siap melayani kunjungan wisatawan, baik daring maupun luring adalah destinasi yang telah menjalankan protokol kesehatan sejak kedatangan wisatawan, selama wisatawan beraktivitas di destinasi pariwisata, sampai kepulangan wisatawan ke tempat asalnya.

4. Pemasaran dan Promosi – Wonderful Indonesia (travel bubble agreement) dan Pesona Indonesia (staycation for local and domestic tourism) – (CHSE certified)

– Jika manajemen destinasi dan layanan sukses melayani wisatawan lokal dan nusantara, sejak kedatangan wisatawan, selama beraktivitas di destinasi pariwisata, sampai kepulangan wisatawan, destinasi pariwisata tersebut telah siap menerima kunjungan wisatawan mancanegara dari negara-negara yang telah menandatangani travel bubble.

5. Distribusi dan Penjualan – OTA (CHSE certified)

– Penjualan paket wisata massal (mass tourism) maupun individual oleh OTA khusus destinasi pariwisata hijau (green destination) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan/ tujuan wisatawan, dan telah siap menerima kunjungan wisatawan.
– Wisatawan yang akan melakukan perjalanan ke destinasi pariwisata hijau dilayani secara daring maupun luring, sejak dari keberangkatan dari tempat asalnya, kedatangan di destinasi pariwisata, selama beraktivitas di destinasi, sampai kepulangan wisatawan. 


admin

WALUYO, harry seorang pemelajar sepanjang hidup di bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif

Related Posts

Creative Economy

Bisnis Kuliner dalam Ekonomi Kreatif

Dalam sebuah diskusi terbatas tentang Ekonomi Kreatif disampaikan pertanyaan yang menarik, “Apakah bisnis kuliner termasuk ekonomi kreatif ?” Pertanyaan itu tidak hanya disampaikan di lingkungan terbatas di dalam negeri, bahkan sering ditanyakan setiap kali bertemu Read more…

Enactment

Kerja Sama Tim

Kerja sama tim dilakukan oleh para anggota tim, yang bekerja sesuai dengan bidang keahliannya, akan lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Mengapa pemimpin mempunyai peran penting dalam kerja sama tim? Seorang pemimpin (CEO) Read more…

News

Merawat Persatuan Bangsa dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia

Merawat persatuan bangsa dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia merupakan keniscayaan karena Indonesia beragam bahasa, suku bangsa, bangsa, agama dan kepercayaan, warna kulit, dan golongan sosial, yang membuat Indonesia unik di mata dunia. Kunci merawat Read more…