Salam Kreatif

Pemimpin Pasar (market leader) adalah pemenang persaingan di pasar yang menjual produk atau jasa yang sejenis.

Pasar adalah tempat orang berjual beli untuk menukar barang atau jasa dengan uang yang disepakati bersama antara penjual dengan pembeli. Pasar banyak ragamnya, antara lain pasar tradisional biasanya dikelola oleh pemerintah, penjual dan pembeli bertemu secara langsung bertransaksi dalam bentuk eceran (retail), biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan terdiri atas kios, los, gerai, dan kaki lima, dilaksanakan secara mingguan atau tetap, kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari; pasar swalayan (modern) menyediakan makanan dan minuman, barang keperluan rumah tangga, dan sebagainya dengan pelayanan sendiri; dan pasar virtual, jual-beli melalui dunia maya, yang sekarang dikenal dengan perdagangan melalui transaksi elektronik (e-commerce).

Pemimpin Pasar lawan Pengikut Pasar 

Perusahaan yang memenangkan persaingan produk atau jasa yang sejenis di pasar disebut pemimpin pasar (market leader). Posisi sebagai pemimpin pasar akan memengaruhi harga yang paling banyak dibeli di pasar. Karenanya, pemimpin pasar akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. 

Perusahaan yang kalah bersaing di pasar, biasanya menjadi pengikut pasar (market follower), dengan cara mengamati, meniru, dan memodifikasi (3M) produk atau jasa pemenang pasar. Lama-kelamaan harga di pasar akan rusak (market bubble) karena pengikut pasar menawarkan produk atau jasa yang serupa (tiruan) dengan harga yang lebih murah,

Hanya pelanggan yang menghargai ekuitas merek (brand equity) yang akan membeli produk atau memakai jasa pemenang pasar, selebihnya akan membeli produk atau menggunakan jasa yang serupa dengan harga yang lebih murah atau membeli produk atau menggunakan jasa lainnya.

Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Konvensional

Ekonomi kreatif berbisnis IP (Industrial Property) yang menghasilkan keuntungan eksponensial dari eksploitasi IP dan konten, sedangkan bisnis ekonomi konvensional mendapat keuntungan dari nilai tambah barang dan jasa.

Pada saat pasar mengalami perlambatan pertumbuhan, ekonomi konvensional menciptakan produk dan jasa yang disesuaikan dengan permintaan pasar, sedangkan ekonomi kreatif menciptakan pasar baru dengan ide-ide baru dan gaya hidup baru.

Ekonomi kreatif menciptakan lapangan kerja, melibatkan seluruh lapisan masyarakat, menghormati keberagaman budaya, dan lingkungan berkelanjutan. Karenanya, ekonomi kreatif menciptakan pemenang pasar yang menghasilkan keuntungan eksponensial. Beberapa pelaku ekonomi kreatif yang dapat disebutkan di sini antara lain Chef Wolfgang (Spago Restaurant), Bill Gates (Microsoft), Steve Jobs (Apple), Larry Page dan Sergey Brin (Google), Elon Musk (Tesla), Jeff Bezos (Amazon), Mark Zuckerberg (Facebook, Instagram, WhatsApp), Jack Dorsey (Twitter), Zhang Yiming (TikTok), Nadiem Makarim & Mikey Moran dengan Go-jek, Chris Feng (Shopee), William Tanuwijaya (Tokopedia), Ferry Unardi (Traveloka), LippoX (OVO), Ahmad Zaki (Bukalapak), Eric Yuan (Zoom).

Salam Kreatif


admin

WALUYO, harry seorang pemelajar sepanjang hidup di bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif

Related Posts

Creative Economy

Perbedaan kolaborasi dan kerja sama

Perbedaan kolaborasi dan kerja sama Kolaborasi merupakan suatu kegiatan yang melibatkan dua atau lebih orang/ lembaga yang bekerja bersama-sama (work together) untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama adalah suatu kegiatan di mana dua atau lebih Read more…

Creative Economy

Masyarakat Sipil

Masyarakat Sipil Masyarakat Civil society adalah suatu kumpulan atau komunitas warga sipil yang terdiri atas sekelompok orang yang bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan yang bersifat non-profit. Mereka berusaha untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda, mulai Read more…

Creative Economy

Prakiraan yang berlebihan

Prakiraan yang berlebihan dalam membuat prakiraan masa depan dengan menggunakan metode backcasting dan ekstrapolasi. Backcasting Backcasting adalah metode perencanaan yang dimulai dengan menentukan masa depan yang diinginkan, lalu berjalan mundur untuk mengidentifikasi kebijakan dan program yang Read more…