Era masyarakat 5.0 ditandai dengan era internet dimana-mana (internet of things), kapasitas data yang sangat besar (big data), kecerdasan buatan (artificial intelligence)

Pada awalnya, ekonomi kreatif merupakan diversifikasi dari perekonomian yang dikembangkan oleh banyak negara di dunia, sebagai jawaban atas pertumbuhan ekonomi yang mengalami hambatan karena pasar mengalami kejenuhan (bubble) karena terlalu banyak produk yang serupa sehingga harga tidak terkendali.

Ekonomi kreatif menawarkan peluang besar untuk pengembangan pengetahuan dan transformasi ekonomi melalui penerapan ide-ide kreatif.  Pariwisata dilihat terutama sebagai arena penerapan pengetahuan dan ide-ide kreatif saat ini. Namun, pariwisata memainkan peran penting dalam menyatukan orang-orang di dunia yang mengglobal dan ada potensi kuat untuk menggunakan pariwisata sebagai sumber pengetahuan dan kreativitas (OECD, 2014).

Hubungan pariwisata dengan sektor kreatif juga dapat memberikan peluang untuk mengidentifikasi cara-cara baru melakukan bisnis dalam ekonomi pariwisata. Ekonomi relasional sudah mapan dalam ekonomi kreatif dan perantara baru memfasilitasi pembentukan hubungan antara wisatawan dengan penduduk lokal, seringkali melalui Internet. Sistem relasional berbasis web seperti Couchsurfing (www.couchsurfing.org) atau Airbnb (www.airbnb.com), misalnya, melengkapi fasilitas pariwisata tradisional dan mengubah cara berbisnis, dengan implikasi bagi pembuat kebijakan yang harus berurusan dengan model bisnis baru sebagai destinasi pariwisata kreatif (OECD, 2014).

Di banyak lokasi, lembaga pengetahuan di bidang seperti seni, desain, atau arsitektur berfungsi sebagai simpul penting dalam kelompok kreatif, menarik orang berpendidikan tinggi dan bisnis kreatif. Ada kebutuhan untuk meningkatkan tingkat keterampilan dan mengembangkan bakat di industri kreatif dan pariwisata (OECD, 2014). 

Satu di antara contohnya adalah mendorong arsitek dan desainer untuk lebih memperhatikan fasilitas dan produk pariwisata serta mendorong produsen pariwisata untuk memasukkan nilai desain yang lebih tinggi ke dalam produk mereka. Pada tingkat yang lebih umum, ada argumen bahwa “design thinking” harus diperkenalkan ke pariwisata dan bidang lainnya sebagai strategi untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi (Cunningham, 2013).

Pada saat terjadi pandemi Covid-19 banyak negara mengalami resesi ekonomi, termasuk Indonesia, kecuali negara yang mempunyai kemandirian ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup para warganya secara mandiri, seperti lingkungan hidup yang bersih dan sehat, ketersediaan pangan, dan hubungan saling menguntungkan (mutual benefit) antara pelaku Usaha Menengah Besar/ UMB) dengan pelaku Usaha Mikro Kecil/ UMK).

Bagaimana masa depan bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif setelah pandemi Covid-19?

Hubungan Maju dan Hubungan Mundur Bisnis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pengertian

Forward Linkages adalah alat untuk menganalisis kepentingan relatif industri pariwisata sebagai pemasok bagi industri non-pariwisata (barang dan jasa) di seluruh sektor perekonomian, termasuk ekonomi kreatif.

Backward linkages adalah alat untuk menganalisis kepentingan relatif industri pariwisata sebagai pengguna industri non-pariwisata (barang dan jasa) di seluruh sektor perekonomian, termasuk ekonomi kreatif.

A. Pemasaran Pariwisata (Demand Driven: product, place, promotion, price)

A.1 Forward Linkages (FL)

– Konten TV & Radio Digital (misalnya, Kuliner Indonesia)
– Konten Website (what to see, what to do, what to buy and how to get there)
– Konten Blog (what to see, what to do, what to buy and how to get there)
– Konten Media Sosial (Facebook, Instagram, YouTube)
– Konten Media (Billboard, Videotron)
– Film, Animasi, Live Streaming (Facebook, Instagram, YouTube)
– Aplikasi (Tripadvisor, Booking, Agoda, Hotel, Bobobox, AirBnB, Dwidayatour, Traveloka, KAI Access, Garida Indonesia, Tikeet.com, Payment Gateway)
– Aplikasi Customized Virtual Tour (CVT, Real Player Games)
– Aplikasi Virtual Show (VS)
– Aplikasi Marketplace (Shopee, Tokopedia, Bukalapak)
– Penerbit (cetak, digital publisher)

A.2 Backward Linkages (BL)

– Branding (Desain Grafis/ Desainer Komunikasi Visual/ DKV)
– Periklanan (DKV, Desain Interior, Desain Produk, Desain Mode, Film, Animasi, Video Streaming; Fotografi, Musik, Seni Pertunjukan, Seni Rupa, Media Baru, Media Luar Ruang, Arsitektur, Arsitektur Lanskap, Kuliner Nusantara)
– Penerbitan (Lonely Planet)
– Riset Pemasaran

B. Destinasi Pariwisata (Supply Driven: Accessibility, Attraction, Amenities, Ancillary)

B.1 Forward Linkages (FL)

Atraksi (alam, budaya, buatan)
– Aplikasi Google Search
– Aplikasi Google Map
– Aplikasi Customized Virtual Reality (CVT, Real Player Games)
– Aplikasi Augmented Reality (Museum)
– Aplikasi Artificial Intelligence (Robot)

Aksesibilitas (Dari tempat tinggal wisatawan ke destinasi pariwisata dan di destinasi pariwisata, termasuk akses informasi)

– Konten TV & Radio
– Konten Website
– Konten Blog
– Konten Media Sosial (Facebook, Instagram, YouTube)
– Aplikasi (google search, google map, google street view)
– Aplikasi Artificial Intelligence (Shuttle Train, Shuttle Bus, Shuttle Taxi)
– Mural (seni lukisan pada dinding)
– Seni media baru (seni digital, grafika komputer, animasi komputer, seni virtual, seni interaktif, permainan video, dan percetakan 3 dimensi)
– Seni instalasi (seni untuk meningkatkan kesadaran tentang ruang, waktu, suara, dan/ atau indra lainnya)

Amenitas (hotel, restoran, tempat rekreasi dan hiburan dll)

– Aplikasi Traveloka
– Aplikasi Booking
– Aplikasi Agoda
– Aplikasi Banyuwangi Tourism
– Aplikasi pegipegi

Ancillary (layanan tambahan yang memberi nilai tambah)

– Fotografer
– Aplikasi e-ticketing
– Aplikasi delivery (drone)
– Aplikasi transportasi tanpa sopir (Tesla)
– Aplikasi (Go-Car, Go-Grab, Go-Blue)
– Aplikasi Asisten (avatar)
– Sepeda Listrik
Hoverboard

B.2 Backward Linkages (BL)

Atraksi (alam, budaya, buatan)

– Arsitektur Lanskap (atraksi alam)
– Arsitektur
– Desain Interior
– Desain Produk
– Desain Mode (costume player)
– Desain Komunikasi Visual
Video Streaming (YouTube, Intagram, Facebook)
Video Mapping, Virtual Reality, Augmented Reality, Artificial Intelligence (Sejarah Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan: Museum, Kota Tua, Kota Kreatif, Smart City)
– Seni Pertunjukan (Flash Mob, Music Live Streaming, Public Art Trip, Customized Virtual Tour)
– Seni Rupa (Galery, 3 dimensi/ Desain Grafis/ DKV)
– Musik (Live Streaming)
– Riset Pengembangan Produk Digital
Drive in Cinema (Film)
– Drive in Performing Art  (Seni Tari, Seni Drama, Seni Musik)
Drive in Restaurant/ Cafe
Drive thru Restaurant/ Cafe
– Permainan Interaktif
– Taman Rekreasi dan Hiburan (universal studio, trans studio, storytelling, augmented reality, virtual reality, artificial intelligence)

Aksesibilitas (Dari tempat tinggal wisatawan ke destinasi pariwisata dan di destinasi pariwisata, termasuk akses informasi)

– Website
– Blog
– Media Sosial
– Lonely Planet
– Arsitektur & Arsitektur Lanskap (Bandara, Pelabuhan, Terminal, Stasiun, Rest Area)
– Desain Interior
– Desain Produk
– Desain/ Grafis/ DKV
– Desain Mode

Amenitas (hotel, restoran, tempat rekreasi dan hiburan dll)

– Arsitektur
– Arsitektur Lanskap
– Desain Interior
– Desain Produk
– Desain Grafis/ DKV

– Kuliner Nusantara (culinary delights)

Ancillary (layanan tambahan yang memberi nilai tambah)

– Akses internet
– Big Data (Google Assistant, Google Search, Google Map, Google Trend, Google Ads, Facebook, Instagram, Marketplace)
Virtual Reality (VR)
Augmented Reality (AR)
Artificial Intelligence (AI)
– Pasar Seni (art market)
– Bazar Cinderamata (craft bazaar)
– Hiburan Malam (nite market)
– Tempat ibadah
– Jasa Penukaran Uang (money changer)
– Jasa Pengiriman Barang (Ekspedisi/ Shipping/ Cargo)
– Pusat Informasi Pariwisata (Tourist Information Center)
– Kaca mata pintar (artificial intelligence)
– Aplikasi Wisata (Individual traveller)
– Aplikasi Permainan Interaktif – Pokemon Go
– Pariwisata Kreatif (creative tourism: Belajar menari, belajar memasak, belajar belajar melukis, membuat cinderamata, belajar membuat keramik, belajar bermain musik tradisional)
– Penyewaan Pakaian Adat
– Aplikasi Virtual Reality (costume play)
– Jasa Melukis Potret Jalanan
– Jasa Siluet Wajah
– Jasa Fotografi
– Dunia Kreatif (Potret 3 Dimensi)
– Pencerita (storyteller)


admin

WALUYO, harry seorang pemelajar sepanjang hidup di bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif

Related Posts

Creative Economy

Bisnis Kuliner dalam Ekonomi Kreatif

Dalam sebuah diskusi terbatas tentang Ekonomi Kreatif disampaikan pertanyaan yang menarik, “Apakah bisnis kuliner termasuk ekonomi kreatif ?” Pertanyaan itu tidak hanya disampaikan di lingkungan terbatas di dalam negeri, bahkan sering ditanyakan setiap kali bertemu Read more…

Enactment

Kerja Sama Tim

Kerja sama tim dilakukan oleh para anggota tim, yang bekerja sesuai dengan bidang keahliannya, akan lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Mengapa pemimpin mempunyai peran penting dalam kerja sama tim? Seorang pemimpin (CEO) Read more…

News

Merawat Persatuan Bangsa dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia

Merawat persatuan bangsa dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia merupakan keniscayaan karena Indonesia beragam bahasa, suku bangsa, bangsa, agama dan kepercayaan, warna kulit, dan golongan sosial, yang membuat Indonesia unik di mata dunia. Kunci merawat Read more…