Suasana pada hari Kiamat sangat sulit dibayangkan dengan akal manusia.

Alloh telah perintahkan agar jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS. at-Tahrîm/66: ayat 6)

Aku bertanya kepada diriku, apakah aku telah menjalankan agama sesuai perintah alquran dan mengikuti sunnah Rosul dan para sahabatnya serta mengajarkannya kepada istri dan anak-anakku?

***

Kejadian pada hari kiamat sangat dahsyat dan sangat sulit dibayangkan oleh akal manusia.

Misalnya, Alloh jadikan anak kecil tiba-tiba menjadi beruban rambutnya karena dahsyatnya hari kiamat.

Alloh berfirman,

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

“Bagaimana mungkin kalian bisa bertakwa sementara kalian tetap kafir pada hari kiamat yang menjadikan anak-anak beruban.” (QS. Al-Muzammil: ayat 17)

Demikian juga seorang Ibu yang sangat menyanyangi bayinya.
Ketika terjadi kiamat, sang ibu akan melalaikan (tidak peduli) bayi yang sedang ia susui.

Alloh berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

“Hai manusia, bertakwalah kepada Robbmu. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah), pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, semua wanita yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, dan semua wanita yang hamil keguguran. Kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Akan tetapi adzab Alloh itu sangat keras.” (QS.al-Hajj: ayat 1-2)

Salah satu yang menunjukkan dahsyatnya hari kiamat adalah seseorang yang lari dari ayah dan ibunya, lari dari anak-istrinya dan lari dari saudaranya di hari kiamat.

Padahal secara logika dan tabiat manusia, mereka akan sangat senang berjumpa dengan keluarga mereka setelah lama tidak berjumpa karena dipisahkan oleh kematian.

Ternyata sebab mereka lari dan menghindar adalah karena mereka takut dituntut oleh anak-istri, ayah, ibu, dan keluarganya. Dituntut kenapa dahulu di dunia ia tidak menunaikan kewajiban sebagai ayah dan suami, salah satunya harus mendidik agama bagi keluarganya. Ia juga harus fokus dengan urusan diri sendiri di hari kiamat.

Alloh berfirman,

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. ‘Abasa: ayat 34-37)

Tafsir AL-Qurthubi menjelaskan,

أي تجيء الصاخة في هذا اليوم الذي يهرب فيه من أخيه ; أي من موالاة أخيه ومكالمته ; لأنه لا يتفرغ لذلك ، لاشتغاله بنفسه

“Yaitu ketika datangnya hari kiamat ia akan lari dari saudaranya yaitu lari dari berdekatan dan berbicara dengan saudaranya (keluarga). Ia tidak fokus (terlalu peduli) dengan hal tersebut karena sibuk dengan urusan dirinya.” [Tafsir Al-Qurtubi]

Hal ini tidak mengherankan,
karena pada hari kiamat dua orang sahabat yang sangat akrab di dunia, kelak di akhirat bisa jadi bermusuhan karena persahabatan mereka tidak dibangun di atas takwa kepada Alloh.

Misalnya ketika tiba waktu sholat, tidak ada satu pun di antara mereka yang mengingatkan agar sholat, dan mereka terus bermain-main dan beraktivitas.

Kelak, mereka akan saling menyalahkan dan saling bermusuhan di hari kiamat.

Alloh berfirman,

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa” (QS. Az Zukhruf: ayat 67)

Syaikh Abdurrahman As- Sa’diy menafsirkan,

لأن خلتهم ومحبتهم في الدنيا لغير اللّه، فانقلبت يوم القيامة عداوة

“Karena persahabatan dan kecintaan mereka di dunia bukan karena Alloh, maka berubah menjadi permusuhan di hari kiamat.” [Tafsir As-Sa’diy]

Sumber:
https://muslim.or.id/44134-kenapa-seseorang-lari-dari-istri-anak-dan-ayah-ibunya-di-hari-kiamat.html

Categories: Religious Life

0 thoughts on “Suasana pada hari kiamat”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Relasi Tiga Konvensi UNESCO

Perjanjian antarnegara mengenai pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan informasi di bawah UNESCO atau yang lebih dikenal dengan Konvensi tentang proteksi warisan alam dan budaya, pelindungan budaya hidup, serta proteksi dan promosi tentang ekspresi keanekaragaman budaya, Read more…

Religious Life

Balasan yang sempurna

Balasan yang sempurna di dunia, tetapi di akhirat termasuk orang yang merugi. Ibnu Abbas mengatakan, “Barang siapa yang beramal sholih untuk mencari keduniawian (pamer dalam beramal-red), seperti melakukan puasa, atau sholat, atau bertahajud di malam Read more…

Arts

Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia mau dibawa kemana? Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjelaskan tentang tujuan hidup kita berbangsa dan bernegara sangat jelas tertulis dalam pembukaan UUD 1945 dan tidak pernah diubah sampai sekarang, kecuali batang tubuh dan pasal-pasalnya Read more…