Salam Kreatif

Dalam sebuah diskusi di ruangan rapat lantai 16 Gedung Sapta Pesona, yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Mari Elka Pangestu, Sekretaris Kementerian, Bapak Ukus Kuswara (almarhum) menyampaikan gagasan tentang salam kreatif (lihat image), yang kemudian disepakati sebagai salam pembuka di setiap pertemuan dengan komunitas kreatif sejak 2012.

Pada saat kunjungan ke pusat kreatif di Silicon Valley, Amerika Serikat (2013), Ibu Mari diminta menuliskan kesan, beliau berpikir sejenak, seorang stafnya mengatakan “creative greeting,” yang kemudian beliau tuliskan creative greeting dan di bawahnya ditandatangani oleh beliau.

Salam Kreatif atau sikap tangan berbentuk 3 jari, jempol menghadap ke atas, jari telunjuk mengarah ke kiri, dan jari tengah mengarah ke bawah, sedangkan jari manis dan jari kelingking ditekuk ke dalam. Tapak tangan menghadap ke dada dan punggung tangan menghadap ke depan. Bila dilihat dari arah depan, ketiga jari tangan, jempol, telunjuk, dan tengah seakan membentuk huruf “K,” yang berarti Kreatif.

Selain Salam Kreatif, pada masa itu juga diperkenalkan istilah Orang Kreatif (OK) adalah orang yang mengandalkan kecerdasan dan imajinasi dalam mencipta.

Kata kreatif seringkali dipadankan dengan kata inovatif menjadi “kreatif dan inovatif.” Kata inovatif bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru.

Di era disrupsi (industri 4.0), kata inovasi dipadankan dengan kata disrupsi menjadi “inovasi disruptif,” yang berarti
inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, bersifat mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu, dilakukan dengan cara mengembangkan produk atau layanan yang tidak diduga pasar (KBBI).

Saat ini kita berada di era masyarakat 5.0 yang mengandalkan literasi internet (internet of things), literasi data (big data), dan literasi kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Related Posts

Art and Culture

Ekonomi Kreatif: Dari Hilir sampai ke Hulu

Ekonomi Kreatif di Indonesia dirintis sejak pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) dengan diterbitkannya Inpres Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, berawal dari Kementerian Perdagangan, kemudian menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Read more…

Art and Culture

Peluang Bisnis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Masyarakat 5.0

Era masyarakat 5.0 ditandai dengan era internet dimana-mana (internet of things), kapasitas data yang sangat besar (big data), kecerdasan buatan (artificial intelligence) Pada awalnya, ekonomi kreatif merupakan diversifikasi dari perekonomian yang dikembangkan oleh banyak negara Read more…

Art and Culture

Bagaimana Nilai Memengaruhi Kemajuan

Bagaimana Indonesia memajukan kebudayaannya? Nilai, sikap, atau pola pikir apa yang membedakan Indonesia dengan Amerika? Sebagai sebuah bangsa-negara yang merdeka sejak 17 Agustus 1945 sampai dengan sekarang, Indonesia telah mengalami pergantian sistem demokrasi liberal (1950-1955), Read more…