Hidup adalah permainan.
Bagi pengembang permainan interaktif (game developer), ungkapan itu tidak asing lagi, bahkan mereka tidak pernah berhenti berinovasi untuk menciptakan permainan baru, yang paling banyak digemari orang. Karena permainan telah menjadi kesenangan bagi semua orang, gaya hidup pun berubah, tiada hidup tanpa permainan, sampai-sampai urusan yang nyata pun dianggap sebagai permainan.

Otak bereaksi sama

Rupanya, otak manusia memberi reaksi yang sama, baik di kehidupan nyata, maupun di kehidupan virtual. Itulah sebabnya, mengapa orang suka dengan permainan interaktif.

Sebut saja permainan yang pemainnya merasa berada di kehidupan nyata (Real Playing Game/ RPG). RPG menggunakan teknologi Virtual Reality (VR). Saat anda menggunakan VR, sebenarnya, anda tidak berpindah tempat ataupun waktu, seperti time tunnel. Tetapi, anda memainkan peran atau karakter di dalam sebuah permainan interaktif, yang membuat anda seolah-olah melintasi ruang dan waktu di kehidupan nyata.

Apakah ada pengaruhnya dalam kehidupan nyata?

Tentu saja ada karena permainan RPG membuat anda merasa senang (bahagia) sehingga setiap kali anda memainkannya, anda merasa puas. Tetapi, pada saat anda tidak dapat memainkan permainan tersebut, otak anda akan terus memerintahkan anda untuk memainkan permainan interaktif agar anda merasa puas (senang).

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ketika anda memainkan permainan dengan teknologi VR, anda merasa senang karena otak anda memerintahkan hormon endorpin. Hormon endorpin ini bekerja pada saat anda merasa senang (bahagia), yang akan membuat anda kecanduan.

Jika otak anda telah befungsi otomatis untuk mencari kesenangan dengan memainkan permainan interaktif, pada saat itulah anda akan merasakan bahwa kesenangan hidup anda bergantung pada permainan virtual (RPG).

Lampu kuning

Satu di antara film Hollywood yang digemari anak muda sekarang adalah Ready Player One. Sebiah Film imajinatif besutan Steven Spielberg, yang membuat anda berfikir, apakah anda memilih kehidupan nyata atau kehidupan virtual?

Tampaknya, Steven Spielberg, ingin memberikan gambaran masa depan tentang kehidupan virtual (Oasis), yang akan membuat manusia semakin egois dan tidak peduli dengan lingkungan, padahal kehidupan nyata mempunyai nilai-nilai hidup, yang tidak dapat digantikan dengan kehidupan virtual.

Teknologi digital virtual reality telah mengubah gaya hidup dari dunia nyata ke dunia virtual. Dunia virtual dapat memberi kesenangan semu, sedangkan dalam kehidupan nyata manusia saling membutuhkan orang lain untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

Pengamat industri kreatif


0 thoughts on “Ready Player One”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Big Data Warisan Budaya Takbenda

Pertemuan informal tentang Big Data Warisan Budaya takbenda denganĀ Adam Cao dari Yong Xin Hua Yun Cultural Industry Investment Group Co., Ltd. pada Sesi ke-13 the Intergovernmental Committee for Safeguarding of Intangible Cultural Heritage di Mauritius, Read more…

Arts

Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia mau dibawa kemana? Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjelaskan tentang tujuan hidup kita berbangsa dan bernegara sangat jelas tertulis dalam pembukaan UUD 1945 dan tidak pernah diubah sampai sekarang, kecuali batang tubuh dan pasal-pasalnya Read more…

Arts

Sebuah pemikiran untuk strategi pemajuan kebudayaan

Strategi pemajuan kebudayaan Isu-isu pokok kongres kebudayaan 8 dari 10 pokok-pokok isu yang akan dibahas dalam Kongres Kebudayaan, 5-9 Desember mendatang termasuk dalam warisan budaya takbenda, yaitu (1) bahasa, (2) manuskrip*, (3) adat istiadat, (4) Read more…