Triple Cs

Content (konten): Produk dan jasa apa yang akan dipromosikan?

Produk bersifat kebendaan atau barang (tangible), sedangkan jasa bersifat non-kebendaan (intangible).

Context (konteks): Dalam suasana apa, produk dan jasa itu digunakan?

Produk pariwisata yang bersifat kebendaan, misalnya infrastruktur fisik bandara, transportasi, hotel, restoran, museum, tempat hiburan, toko cenderamata dsb. Tetapi, layanan (services) di bandara, di angkutan umum, di hotel, di restoran, di museum, di tempat hiburan, di toko cenderamata adalah jasa yang bersifat non-kebendaan.

Culture (kultur): Nilai apa menjadi dasar sebuah produk atau jasa yang ditawarkan, layak atau pantas dibeli atau digunakan oleh konsumen atau pelanggan.

Bagi konsumen (consumer) atau pelanggan (customer), sebuah produk atau jasa yang mengandung nilai-nilai yang disukai, dihormati, dan/ atau  dimuliakan akan dibeli atau digunakan, misalnya ada berbagai produk dan jasa yang ditawarkan, tetapi konsumen atau pelanggan adalah raja yang paling berkuasa dalam menentukan pilihan sesuai dengan kebutuhan (needs),  keinginan (wants), dan kemampuan.

Bukankah konsumen atau pelanggan akan membeli produk atau jasa yang dipromosikan dengan gencar? Benar sekali, tetapi itu bersifat jangka pendek, karena dipromosikan terus menerus sehingga pembeli yang tidak butuh (needs), akhirnya ingin (wants) membeli atau memakai sesuai kemampuan, sedangkan untuk jangka panjang, pelanggan akan beralih ke produk atau jasa yang inovatif, yang menghargai keragaman budaya (cultural diversity), melibatkan seluruh komponen masyarakat (social inclusion), dan menjaga kelestarian lingkungan (environmental sustainability)


0 thoughts on “Promosi 3Cs”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Relasi Tiga Konvensi UNESCO

Perjanjian antarnegara mengenai pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan informasi di bawah UNESCO atau yang lebih dikenal dengan Konvensi tentang proteksi warisan alam dan budaya, pelindungan budaya hidup, serta proteksi dan promosi tentang ekspresi keanekaragaman budaya, Read more…

Arts

Prinsip Etis Untuk Melindungi Warisan Budaya Takbenda

Prinsip etis untuk melindungi warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) atau warisan budaya hidup (living heritage) telah dielaborasi dalam semangat konvensi 2003 untuk pelindungan warisan budaya takbenda dan instrumen normatif internasional yang ada saat ini, Read more…

Arts

Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia mau dibawa kemana? Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjelaskan tentang tujuan hidup kita berbangsa dan bernegara sangat jelas tertulis dalam pembukaan UUD 1945 dan tidak pernah diubah sampai sekarang, kecuali batang tubuh dan pasal-pasalnya Read more…