Forest Whitaker adalah seorang seniman dan humanis. Dia adalah pendiri dan CEO Prakarsa Perdamaian dan Pengembangan Whitaker (WPDI/ The Whitaker Peace and Development Initiative), pendiri dan ketua dari Institut Internasional untuk Perdamaian, Duta Besar UNESCO untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi dan baru-baru ini ditunjuk sebagai Utusan Khusus UNESCO dalam pengembangan perdamaian dan rekonsiliasi di bidang konflik. Dia juga satu di antara tokoh Hollywood yang paling berhasil, setelah menerima penghargaan artistik yang memukau termasuk Academy Awards 2007 untuk Aktor Terbaik untuk penampilannya di The Last King of Scotland.

Selama tiga dekade terakhir, Mr. Whitaker telah membangun karier yang solid dan berbakat di industri film, bekerja sebagai aktor, produser, dan sutradara di film layar lebar dan serial TV.

Di bawah ini, ia berbagi pemikirannya tentang topik seperti ekonomi kreatif, keberlanjutan, dan IFCD (Dana Internasional untuk Keanekaragaman Budaya).

Dengan cara apa menurut Anda berinvestasi dalam kreativitas dapat mengubah masyarakat?

Mengekspresikan kreativitas seseorang bersifat organik terhadap kebebasan berekspresi. Itu harus dilihat sebagai hak asasi manusia. Saya pikir dunia akan menjadi tempat yang lebih baik, jika kreativitas lebih banyak dihadirkan (dipelajari-red) di sekolah-sekolah dan dalam pendidikan secara luas. Investasi dalam kreativitas semacam itu akan menjadi investasi untuk masa depan yang berkelanjutan, dimana orang-orang akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk membayangkan dan merealisasikan hal-hal baru sambil menghargai kekayaan keanekaragaman budaya dan individu-individu.

Beritahu kami tentang pentingnya memiliki hukum, peraturan dan kebijakan yang tepat, yang mendorong munculnya sektor budaya dan kreatif yang dinamis?

Deklarasi Hak Asasi Manusia memungkinkan kebebasan manusia untuk bicara. Semua undang-undang dan peraturan kita perlu disesuaikan dengan itu. Harus ada suasana, setiap individu dapat berbicara atas nama dirinya sendiri-red, demikian juga komunitas. Dalam perspektif ini, hak-hak seniman dan hak warga negara juga sama. Tantangan utama kebijakan kita adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan penggunaan hak individu atau komunitas-red tidak hanya dihormati atau ditolerir tetapi dipromosikan.

Apa definisi Anda tentang “ekonomi kreatif?”

Bahan baku ekonomi kreatif adalah imajinasi dan infrastruktur utamanya adalah keterampilan.

Bagaimana industri film dapat membantu kesetaraan gender?

Aspek pertama yang penting adalah menghilangkan stereotip dan prasangka, dengan menempatkan perempuan dalam peran yang bergengsi. Masalah model peran ini sangat penting. Tetapi itu tidak cukup: yang penting adalah apakah mereka mendorong tindakan, jika mereka melakukan sesuatu di sekitar mereka bergerak daripada hanya berurusan dengan konsekuensi dari tindakan yang diprakarsai oleh tokoh laki-laki. Karena pelajaran utama di belakang seni adalah Anda dapat menjadi “pembuat sesuatu” dan “pencipta dunia,” bahwa Anda dapat mengubah sesuatu dan bahkan – jika perlu – mematahkan peran yang telah melembaga di masyarakat-red.

Menurut Anda, bagaimana program pengembangan kapasitas seperti yang dijalankan oleh WPDI dan IFCD dapat membantu membangun Afrika yang terintegrasi, sejahtera dan damai?

Program-program WPDI bertujuan untuk mendorong pemberdayaan pemuda sebagai aset bagi komunitas dan negara mereka, yang bertujuan untuk mendorong perdamaian abadi dan pembangunan berkelanjutan dengan cara menarik pemuda sebagai mitra kami di lapangan. Dana Internasional untuk Keanekaragaman Budaya digunakan untuk pengembangan kapasitas di bidang industri kreatif. WPDI menyediakan alat-alat untuk mengekspresikan diri. Tujuan dari sebuah Afrika yang terintegrasi, sejahtera dan damai harus sepenuhnya dimiliki oleh pemuda Afrika sejak dari perancangan  dan pelaksanaan, dan industri kreatif memainkan peran penting dalam transformasi tersebut.

Bagaimana budaya berkontribusi terhadap pencapaian SDG?

Dimulai dengan yang sudah jelas, saya pertama-tama akan menyoroti bahwa budaya adalah sektor ekonomi, yang pantas mendapat investasi seperti itu. Ada pengembalian dalam hal pekerjaan dan pertumbuhan. Tetapi saya berpikir bahwa peran budaya lebih dari itu. Dengan budaya muncul konsep pembangunan yang berkelanjutan dalam arti bahwa ia berpusat pada kemampuan individu dalam kewirausahaan atau kebebasan untuk mengekspresikan aspirasi dan proyek mereka. Ketika orang merasa dapat berpartisipasi sebagai aktor dan konsumen dalam kehidupan budaya komunitas mereka – baik lokal, nasional maupun global – mereka diberdayakan. Inovasi sering dibahas dalam konteks SDGs (Sustainable Development Goals) sehubungan dengan sains dan industri, tetapi saya pikir bahwa budaya dan inovasi sosial harus menjadi bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan.

Untuk menyimpulkan, apakah Anda ingin menyampaikan pesan khusus kepada pembaca kami?

Dana Internasional untuk Keanekaragaman Budaya adalah mekanisme penting, yang saya harap akan mendapatkan momentum dan visibilitas di tahun-tahun mendatang. IMF (International Monetary Fund) mendanai proyek-proyek kunci di tempat-tempat yang memerlukan bantuan seperti halnya untuk negara-negara berkembang. Secara lebih umum, ketersediaan Dana memberikan pesan tentang pentingnya keanekaragaman budaya sebagai aspek mendasar dalam kehidupan komunitas kita. Hal ini penting untuk ditekankan, karena dunia terlibat dalam implementasi SDG, mengingat bahwa pembangunan tidak dapat berkelanjutan, jika tidak membahas aspirasi individu dan budaya untuk mengekspresikan kreativitas mereka, yang merupakan nama lain dari kebebasan mereka (kebebasan berekspresi-red).

Sumber:

https://en.unesco.org/creativity/sites/creativity/files/ifcd_2017_en_final_web.pdf

Related Posts

Arts

Ekspresi Nilai dan Ekonomi Kreatif

Ekspresi Budaya Tradisional merupakan ekspresi nilai yang dilindungi hak cipta adalah bahan baku Ekonomi Kreatif Bagian kedua (tamat) Dalam suatu kesempatan mendampingi kunjungan kerja ke Korea untuk menjalin hubungan kerja sama internasional bidang Ekonomi Kreatif Read more…

Arts

Warisan Hidup dan Kekayaan Intelektual

Mengapa warisan hidup dan Kekayaan Intelektual? Bagian pertama Istilah warisan hidup atau living heritage digunakan oleh ICH-UNESCO, yang di Indonesia diterjemahkan dengan warisan budaya takbenda sejak Indonesia menjadi Negara Pihak di bawah Konvensi 2003 UNESCO Read more…

Arts

Take the wisdom from the past, to understand the present and envisage the future and its achievement strategies

The title of  this presentation is Take the Wisdom from the Past, to Understand the Present and Envisage the Future and Its Achievement Strategies Sub-theme: Sharing Heritage: Safeguarding Diversity Presented in World Culture Forum, International Read more…