Strategi pemulihan ekonomi kreatif di masa pandemi covid-19 berdasarkan rantai nilai ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual dan mempunyai nilai bisnis sebagai berikut.

  1. Pengembangan Potensi Pelaku Kreatif dan Penciptaan Nilai (berawal dari kreativitas nilai budaya, kreativitas nilai tambah ekonomi, dan kreativitas nilai kebenaran sains, yang bermuara pada kreativitas nilai teknologi digital yang dilindungi kekayaan intelektual (hak cipta, hak paten, hak desain industri, hak indikasi geografis, hak rahasia dagang, dan hak merek) dan dimonetisasi untuk tujuan komersial.
  2. Kebijakan dan Perencanaan Terintegrasi – Kolaborasi PIK Pemerintah – Industri – Komunitas (Public – Private – Community) dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari Hilir (Distribusi dan Penjualan) sampai ke Hilir (Pengembangan Potensi Pelaku Kreatif dan Penciptaan Nilai).
  3. Pengembangan Produk dan Pengemasan – Inovasi produk dan kemasan dengan memanfaatkan Internet of Things, Big Data digital, dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), yang diperbaiki secara terus menerus (kaizen/ continuous improvement) sampai produk barang/ jasa dibeli/ digunakan oleh target pasar. Produk dan kemasan harus ramah lingkungan (eco-friendly), dilindungi kekayaan intelektual (IP/ Intellectual Property), dan dimonetisasi untuk tujuan komersial.
  4. Pemasaran dan Promosi dengan menyasar target pasar di dalam dan luar negeri dengan menggunakan perdagangan melalui transaksi elektronik (e-commerce), yang dilindungi kekayaan intelektual (IP).
  5. Distribusi dan Penjualan dengan pendekatan proposisi nilai yang diharapkan pelanggan, seperti harga barang/ jasa dibedakan berdasarkan segmen pasar, kualitas barang/ jasa yang dibedakan berdasarkan segmen pasar, ketersediaan barang/ jasa pada saat dibutuhkan pelanggan, seleksi pelanggan baru, fungsionalitas barang/ jasa, layanan online untuk memperluas peluang pendapatan, kemitraan dengan industri kreatif yang menargetkan pasar yang sama untuk meningkatkan brand value dan brand equity.

PDB Ekonomi Kreatif Kreatif berbasis kekayaan intelektual dapat dilihat di sini:

https://www.wipo.int/ipstats/en/statistics/country_profile/profile.jsp?code=ID


admin

WALUYO, harry seorang pemelajar sepanjang hidup di bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif

Related Posts

Enactment

Pedoman Penelitian Kebijakan

Sebuah pemikiran tentang pedoman penelitian kebijakan. Pemikiran ini berdasarkan pengalaman menangani masalah kebijakan, implementasi kebijakan, dan evaluasi kebijakan dengan menggunakan pendekatan Manajemen Strategis, Kebijakan Publik, dan Metodologi Balanced ScoreCard. Perbedaan penelitian sosial dan penelitian kebijakan Read more…

Creative Economy

Dasbor Ekonomi Kreatif

Dasbor ekonomi kreatif berbasis rantai nilai ekonomi kreatif sebagai berikut. Pelaku Kreatif dan Penciptaan Nilai (dari kreativitas nilai budaya, kreativitas nilai tambah ekonomi, dan kreativitas nilai kebenaran sains, yang bermuara pada kreativitas nilai kebenaran sains Read more…

Art and Culture

Revitalisasi Angklung Indonesia

Mengapa Angklung Indonesia perlu direvitalisasi? Angklung Indonesia terinskripsi sebagai Warisan budaya takbenda UNESCO pada tahun 2010 dalam Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pusat penyebaran Angklung Indonesia di Jawa Barat, kemudian menyebar ke Read more…