Pemasaran adalah proses Tata Kelola Destinasi (TKD) menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan untuk menangkap kembali nilai dari pelanggan.

Proses pemasaran sederhana mencakup lima langkah.

Empat langkah yang pertama menciptakan Nilai bagi Pelanggan (Wisatawan).

Langkah-1. Memahami pasar dan kebutuhan (needs) serta keinginan (wants) pelanggan, dalam hal ini adalah wisatawan. Selain itu, ditambahkan kemampuan untuk membeli-red.

Langkah-2. Merancang strategi pemasaran yang digerakkan oleh pelanggan (customer oriented).

Langkah-3. Membangun program pemasaran yang terintegrasi akan memberikan nilai yang unggul (nilai yang disukai, dihormati, dan/ atau dimuliakan oleh wisatawan-red).

Langkah-4. Membangun hubungan yang menguntungkan dan menciptakan kepuasan bagi pelanggan (wisatawan).

Langkah-5. Menangkap kembali nilai dari pelanggan untuk menciptakan keuntungan dan ekuitas pelanggan (wisatawan).

Catatan:
Ekuitas pelanggan (customer equity) adalah istilah baku dalam CRM (Customer Relationship Management). Intinya, pelanggan (wisatawan) yang telah kita dapatkan (diakuisisi) merupakan aset (ekuitas) bagi destinasi dan Tata Kelola Destinasi/TKD, karena ia menghasilkan value (dalam penjualan) bagi destinasi dan TKD, baik sekarang maupun di masa depan. Nilai yang kita peroleh dari pelanggan (wisatawan) selama dia menjadi pelanggan destinasi dan TKD/DMO (Destination Management Organization) disebut Customer Lifetime Value (CLV).

Sumber:
Diadaptasi dari Prinsip-prinsip Pemasaran (2008). Philip Kotler dan Gary Armstrong.


0 thoughts on “Pemasaran Sederhana”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia mau dibawa kemana? Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjelaskan tentang tujuan hidup kita berbangsa dan bernegara sangat jelas tertulis dalam pembukaan UUD 1945 dan tidak pernah diubah sampai sekarang, kecuali batang tubuh dan pasal-pasalnya Read more…

Arts

Sebuah pemikiran untuk strategi pemajuan kebudayaan

Strategi pemajuan kebudayaan Isu-isu pokok kongres kebudayaan 8 dari 10 pokok-pokok isu yang akan dibahas dalam Kongres Kebudayaan, 5-9 Desember mendatang termasuk dalam warisan budaya takbenda, yaitu (1) bahasa, (2) manuskrip*, (3) adat istiadat, (4) Read more…

Arts

Membeku dan Tidak Kontekstual

Membeku (freeze) dan tidak kontekstual (decontextualization) adalah istilah yang digunakan dalam Konvensi 2003 tentang Pelindungan Warisan Budaya Takbenda. Warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) atau lebih dikenal dengan istilah budaya hidup (living culture) menurut pasal Read more…