Penjelasan tentang tindakan lain untuk Artikel  13 – Tindakan-tindakan lain untuk pelindungan Warisan Budaya TakBenda (WBTB)

Untuk memastikan perkembangan, menjaga dan promosi warisan budaya takbenda di dalam wilayahnya, setiap Negara Pihak WAJIB berusaha untuk:

(a) mengadopsi kebijakan umum yang bertujuan mempromosikan fungsi warisan budaya takbenda dalam masyarakat, dan

(b) mengintegrasikan pengamanan warisan tersebut ke dalam perencanaan program;

(c) menunjuk atau membentuk satu atau lebih badan yang kompeten untuk pengamanan masa kini warisan budaya takbenda di wilayahnya;

(d) mendorong studi ilmiah, teknis dan artistik, serta metodologi penelitian, dengan maksud agar pengamanan warisan budaya takbenda lebih efektif, khususnya warisan budaya takbenda yang dalam status terancam punah;

(e) mengadopsi langkah-langkah hukum, teknis, administratif, dan keuangan yang tepat ditujukan pada: mendorong penciptaan atau penguatan lembaga untuk pelatihan dalam pengelolaan warisan budaya takbenda dan penyebaran warisan tersebut melalui forum dan ruang yang  ditujukan untuk kinerja atau ekspresi daripadanya;

(f) menjamin akses terhadap warisan budaya takbenda dengan menghormati praktik-praktik adat yang mengatur akses ke aspek-aspek tertentu dari warisan tersebut;

(g) membangun lembaga dokumentasi warisan budaya takbenda dan memfasilitasi akses kepada mereka.

Artikel  14 – Pendidikan, peningkatan kesadaran dan pengembangan kapasitas

Setiap Negara Pihak harus berusaha, dengan segala cara yang tepat, untuk: menjamin pengakuan, penghormatan, dan peningkatan warisan budaya takbenda dalam masyarakat, khususnya melalui:

(a) pendidikan, (b)peningkatan kesadaran dan program informasi, yang ditujukan untuk masyarakat umum, khususnya pada orang muda; (c) program pendidikan dan pelatihan tertentu dalam masyarakat dan kelompok yang bersangkutan; (d) peningkatan kapasitas kegiatan untuk menjaga warisan budaya takbenda, khususnya dalam manajemen dan penelitian ilmiah; dan (e) sarana transfer pengetahuan nonformal; (f) membuat masyarakat sadar dan tahu mengenai bahaya yang mengancam warisan tersebut, dan dari kegiatan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Konvensi ini; (g) memajukan pendidikan untuk pelindungan alam dan ruang tempat memori yang keberadaannya diperlukan untuk mengekspresikan warisan budaya takbenda.

 Artikel  15 – Partisipasi masyarakat, kelompok dan individu

Dalam rangka kegiatan pengamanan warisan budaya takbenda, setiap Negara Pihak WAJIB berusaha untuk (a) menjamin partisipasi seluas mungkin dari masyarakat, kelompok dan, bila perlu, individu yang menciptakan, memelihara dan menularkan warisan tersebut, dan untuk (b) melibatkan mereka secara aktif dalam manajemennya.

Facilitator ICH-UNESCO

https://ich.unesco.org/en/facilitator

Mr WALUYO Harry Residence: Indonesia

Working language(s): English, Indonesian

Trained in: 01-2011, Beijing

Mr Harry Waluyo is presently the Secretary for Body of Resource Development in the Ministry of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia. He holds a degree in anthropology and history and has delivered talks on intangible cultural heritage inventories and the experience of Indonesia in managing this heritage in several international forums.

Work experience in: Indonesia


0 thoughts on “Pelindungan Warisan Budaya Takbenda”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Penipuan Massal

Penipuan Massal dengan produk-produk budaya yang serupa. Menurut Adorno dan Horkheimer, industri budaya adalah fenomena utama dari kapitalisme akhir, yang mencakup semua produk dan bentuk hiburan ringan – dari film Hollywood hingga musik. Semua bentuk Read more…

Arts

Globalisasi dan Industri Kreatif

Globalisasi terjadi dimana-mana dan Industri Kreatif merespons dengan menciptakan produk dan jasa kreatif. Fenomena yang terjadi di hampir semua kota besar di dunia yang dapat dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan dengan produk-produk ternama di dunia seakan Read more…

Arts

Istilah Warisan Budaya Hidup

Istilah Warisan Budaya Hidup atau Living Heritage adalah istilah lain yang digunakan dalam Konvensi 2003 UNESCO tentang Pelindungan Intangible Cultural Heritage. Istilah “Intangible Cultural Heritage” disingkat “ICH” diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Warisan Budaya Hidup Read more…