Lembaga dunia yang menangani perdagangan dan pembangunan, UNCTAD (2013), percaya bahwa untuk meningkatkan kontribusi terhadap perdagangan dunia, perlu melakukan ‘leap-frog’ ke dalam penciptaan kemakmuran.

Kekuatan baru yang dapat melakukan ‘leap-frog’ adalah ekonomi kreatif, yang diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Survei tentang Kesenjangan Kreativitas Global (Global Creativity Gap) menyatakan bahwa satu dari empat orang di dunia memiliki potensi kreatif. Sayangnya, 75% responden mengatakan bahwa mereka berada di bawah tekanan untuk produktif daripada kreatif di tempat kerja.

Fokus utama pengembangan ekonomi kreatif adalah Orang Kreatif (OK), yang memiliki keahlian dan bakat individu, yang potensial menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan melalui eksploitasi kekayaan intelektual dan konten (UK, Creative Industry Tasforce, 1998).

Ekonomi kreatif juga memberi kontribusi terhadap inklusi sosial (pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata), keberagaman budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Berdasarkan hasil survey ekonomi kreatif 2016, pertumbuhan ekonomi kreatif 2015 sebesar 4,38%.

Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Nasional sebesar 7,38% atau 852 triliun rupiah, penyerapan tenaga kerja sebesar 13,90% atau 15,9 juta, dan nilai ekspor sebesar 12,88% atau 19,4 miliar USD.

Subsektor ekonomi kreatif yang memberi kontribusi terbesar terhadap PDB Nasional, yaitu kuliner (41,69%), fashion/ mode (18,15%), dan Kriya (15,70%)

Ekspor terbesar ekonomi kreatif, yaitu mode (56%), kriya (37%), dan kuliner (6%).

Penduduk yang bekerja di sektor ekonomi kreatif sebesar 13,90% atau 15 959.590 orang atau 13,90% dari penduduk yang bekerja sebanyak 114.819.199 orang.

Berdasarkan kepemilikan kekayaan intelektual, subsektor ekonomi kreatif yang tertinggi, yaitu film, animasi, dan video sebesar 21,08%, kuliner sebesar 19,75%, serta televisi dan radio sebesar 16,59%.

Sumber:
BPS dan Bekraf

(***)


0 thoughts on “Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Globalisasi dan Industri Kreatif

Globalisasi terjadi dimana-mana dan Industri Kreatif merespons dengan menciptakan produk dan jasa kreatif. Fenomena yang terjadi di hampir semua kota besar di dunia yang dapat dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan dengan produk-produk ternama di dunia seakan Read more…

Enactment

Wisata Islami

Wisata islami adalah istilah khusus yang merujuk pada aktivitas wisata religius islami. Demi masa, Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk Read more…

Enactment

Ruang budaya dan praktik sosial

Tulisan tentang ruang budaya dan praktik sosial dimaksudkan agar kita menyadari keberadaan kita di tengah masyarakat multikuktur yang bernama Indonesia. Saudaraku sebangsa dan setanah air Pendekatan Proxemics Konsep penataan dan penggunaan ruang intim, personal, sosial, Read more…