Agenda UNESCO, 2015-2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan

UNESCO bekerja untuk mendorong dialog dan saling pengertian di antara orang-orang di seluruh dunia. Di dalam dunia yang rawan, sebuah perdamaian yang dibangun di atas pemerintahan yang mengutamakan kepentingan politik dan ekonomi diyakini tidak akan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan karena tidak dilakukan dengan tulus. Perdamaian yang berkelanjutan harus dibangun di atas kepentingan intelektual dan solidaritas moral kemanusiaan, hak asasi manusia dan martabat manusia, termasuk di jantung masyarakat dunia yang beragam saat ini. Dengan semangat itu, UNESCO membangun sarana yang berhubungan dengan pendidikan untuk menolong kehidupan orang-orang sebagai warga dunia yang bebas dari kebencian dan ketidaktoleranan. Dengan mempromosikan warisan budaya dan martabat yang setara untuk semua kebudayaan, UNESCO memperkuat ikatan di antara budaya-budaya di dunia. Dengan singkat, UNESCO adalah sebuah organisasi untuk perdamaian dan bekerja untuk globalisasi yang lebih manusiawi.

UNESCO mengakui keberagaman budaya dan berkontribusi terhadap perdamaian. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan, yaitu prinsip hak budaya yang merupakan bagian dari hak asasi manusia, sebagai dimensi sosial; prinsip keberlanjutan, sebagai dimensi lingkungan; prinsip keadilan, sebagai dimensi ekonomi; ketiganya akan membangun perdamaian dan keamanan, yang berkelanjutan.

Agenda 2030 UNESCO untuk Pembangunan Berkelanjutan sebagai berikut:
1. mengakhiri kemiskinan dalam berbagai bentuk dimana saja;
2. mengakhir kelaparan, mencapai ketersediaan pangan, perbaikan gizi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan;
3. memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesehatan untuk semua usia;
4. memastikan pendidikan yang menyeluruh dan kualitas yang merata serta mempromosikan kesempatan untuk belajar seumur hidup;
5. kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dewasa dan yang masih belia;
6. memastikan ketersediaan dan manajemen air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua;
7. memastikan akses yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan, dan energi modern untuk semua;
8. mempromosikan berkelanjutan, menyeluruh dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pekerjaan penuh dan produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua;
9. membangun infrastruktur yang tangguh, mempromosikan yang menyeluruh, industrialisasi yang berkelanjutan dan memajukan inovasi;
10. mengurangi ketidakadilan di dalam dan di antara negara-negara;
11. membangun kota-kota dan tempat tinggal yang menyeluruh, aman, berdaya tahan, dan berkelanjutan;
12. memastikan konsumsi yang berkelanjutan dan pola-pila produksi;
13. segera melakukan aksi untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya;
14. melestarikan dan menggunakan sumber daya laut secara berkelanjutan, lautan dan sumber daya marina untuk pembangunan berkelanjutan;
15. melindungi, merestorasi, dan mempromosikan penggunaan ecosistem yang berhubungan dengan bumi secara berkelanjutan;
16. mempromosikan perdamaian dan masyarakat yang menyeluruh untuk pembangunan yang berkelanjutan, memberikan akses keadilan untuk semua dan membangun lembaga yang efektif, akuntabel, dan menyeluruh di semua tingkatan;
17. memperkuat sarana implementasi dan revitalisasi persahabatan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Jika dunia tidak mampu melakukan pembangunan berkelanjutan yang sebenarnya, warisan budaya akan menghadapi risiko (kepunahan); tetapi jika warisan budaya tidak dilindungi, pembangunan berkelanjutan tidak mungkin menjadi kenyataan.

Hak budaya adalah bagian dari hak asasi manusia, yang universal, yang tidak dapat dipisahkan, dan saling bergantung.

Mendorong keberagaman budaya yang kreatif memerlukan implementasi penuh hak budaya untuk tumbuh dan berkembang.

Simpulan

1. Politik adalah alat untuk meraih kekuasaan.
2. Ekonomi adalah alat untuk mendapatkan keuntungan.
3. Budaya adalah alat untuk mengakui hak budaya, kreativitas manusia, keberagaman budaya, dan pembangunan berkelanjutan.
4. Politik dan ekonomi tidak pernah mencapai perdamaian yang berkelanjutan karena pelakunya ingin meraih kekuasaan dan keuntungan sesaat, sedangkan budaya adalah alat untuk saling mengenal dan saling menghormati keberagaman budaya yang dilandasi sikap intelektual, solidaritas moral kemanusiaan, hak asasi manusia, dan martabat manusia.
5. Hanya dengan pendekatan budaya, kehidupan alam akan terpelihara dengan baik, kehidupan sosial yang bebas dari kebencian dan ketidaktoleran, kehidupan ekonomi yang menguntungkan untuk semua orang, dan kehidupan yang damai bagi semua orang.

Penulis,
Harry WALUYO
Fasilitator ICH-UNESCO

Sumber: ICH-UNESCO

 


0 thoughts on “Melek Budaya untuk Pembangunan Berkelanjutan”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Keris Indonesia ditinjau dari Perspektif Agama, Ilmu Pengetahuan, dan Pengetahuan Budaya.

Kebenaran adalah suatu keadaan yang dapat diterima akal lahir dan akal batin. Akal lahir artinya dapat dibuktikan secara empiris, sedangkan akal batin artinya dapat dibuktikan dengan keyakinan. Kebenaran tertinggi bersumber dari Yang Mahapencipta alam semesta Read more…

Arts

Pedoman Penyusunan Laporan Periodik Warisan Budaya Takbenda

Unsur warisan budaya takbenda Indonesia yang telah diinskripsi oleh UNESCO dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Pelindungan Mendesak (Urgent Safeguarding List), Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Sedang Berkembang di Masyarakat (Representative List) atau Register Read more…

Arts

Sepasang Sepatu

1. Bentuknya tidak persis sama, namun serasi. 2. Saat berjalan mempunyai gaya yang berbeda, tetapi tujuannya sama. 3. Tidak pernah berganti posisi, namun saling melengkapi. 4. Tidak pernah berganti pasangan, walaupun pasangannya sudah terlihat usang. Read more…