Pada waktu itu saya sangat antusias mendengar penjelasannya tentang sebuah buku yang baru dirilis, “Marketing 3.0, yang ditulis oleh ahli marketing dari MarkPlus, siapa lagi kalau bukan Hermawan Kartajaya (HK).

HK pembawaannya sangat santai setiap kali menyampaikan paparannya tentang marketing. Pertama, beliau menjelaskan bahwa bukunya sudah habis terjual. Dan, baru saat itu beliau menjelaskan bahwa buku “Marketing 3.0” terinspirasi dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Pada waktu buku itu diluncurkan, beliau belum memberitahukan hal itu.

Tentu saja banyak yang terkejut, tetapi dengan santai beliau menceritakan proses penulisan buku itu, diawali dengan penjelasan Marketing.1.0, yang dijelaskan sebagai tahap asal  menjual yang penting laku di pasaran. Selanjutnya, HK menjelaskan Marketing 2.0, setelah menjual, ditambahkan dengan layanan purna jual (after sales). Terakhir, dijelaskan tentang Marketing 3.0, disebutnya marketing yang “jujur,” karena “care” atau peduli dengan  pembeli, persis yang dilakukan oleh Nabinya umat Islam. Beliau menyampaikannya,

Nabi Muhammad satu-satunya Nabi yang punya kemampuan berdagang (sebelum menerima tugas kenabian-red), bahkan dikatakan, nabinya sendiri belum tentu dapat mengalahkannya di bidang marketing.

Marketing 3.0 beranjak dari kebutuhan konsumen, sehingga produk yang ditawarkan, sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen, tidak dimanipulasi,  tetapi ditawarkan apa adanya dengan “jujur.” Kalau ada yang  cacat dikatakan apa adanya  kepada pembeli.

Saya mengagumi pandangannya  yang disampaikan dengan jujur di depan publik (*).


0 thoughts on “Marketing 3.0”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Globalisasi dan Industri Kreatif

Globalisasi terjadi dimana-mana dan Industri Kreatif merespons dengan menciptakan produk dan jasa kreatif. Fenomena yang terjadi di hampir semua kota besar di dunia yang dapat dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan dengan produk-produk ternama di dunia seakan Read more…

Arts

Istilah Warisan Budaya Hidup

Istilah Warisan Budaya Hidup atau Living Heritage adalah istilah lain yang digunakan dalam Konvensi 2003 UNESCO tentang Pelindungan Intangible Cultural Heritage. Istilah “Intangible Cultural Heritage” disingkat “ICH” diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Warisan Budaya Hidup Read more…

Arts

Prinsip Etis Untuk Melindungi Warisan Budaya Takbenda

Prinsip etis untuk melindungi warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) atau warisan budaya hidup (living heritage) telah dielaborasi dalam semangat konvensi 2003 untuk pelindungan warisan budaya takbenda dan instrumen normatif internasional yang ada saat ini, Read more…