Selama 25 tahun Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberi dampak terhadap pariwisata secara umum. TIK telah berevolusi bagaimana Tata Kelola Destinasi/ TKD berbagi komunikasi dan informasi dengan berbagai orang. Kelihatannya TIK mempunyai peran penting dalam manajemen destinasi di masa depan.

Dampak utama datang dari websites, situs jejaring sosial dan telepon bergerak (mobile telephone). Internet telah menjadi kebutuhan penting bagi pemasaran destinasi, seperti pilihan tempat pertama bagi wisatawan dalam mencari informasi tentang destinasi. Website mempunyai peran utama bagi TKD dan khususnya untuk pemasaran dan promosi destinasi. Website telah menjadi platform utama untuk komunikasi TKD melalui penggunaan TIK lainnya dalam berkomunikasi dengan wisatawan.

Website juga menunjukkan fungsi-fungsi penting untuk wisatawan. Alasan menggunakan website TKD dapat dibagi ke dalam empat tahap: memimpikan/ menginginkan/ menginformasikan; merencanakan/ memilih/ pemesanan online (booking); melakukan perjalanan/ mengunjungi/ menikmati; dan mengulangi/ merekomendasikan/ mengumpulkan kembali.

Website TKD yang efektif mempunyai sejumlah karakteristik spesifik dan model  Saya luar biasa (I am Outstanding) mengekspresikan 14 elemen, yaitu internasional, alamat website untuk setiap pengguna individual; dimonitor atau dievaluasi secara konstan dan diperbaiki; luar biasa/ pemenang penghargaan; selalu diperbarui, ada target yang jelas; mempunyai media sosial; berbagai versi telepon; atraktif, mempunyai jejaring; dinamis; terintegrasi; pasar terbatas; dan konten yang menarik.

Sekarang banyak TKD yang terlibat dalam penggunaan situs jejaring sosial, khususnya yang paling populer seperti Facebook, Twitter, YouTube dan Flickr. Aktivitas terbesar TKD dalam menggunakan situs jejaring sosial, termasuk membangun dan memelihara minat komunitas; mengumpulkan pengguna yang menciptakan konten; memamerkan fotografi dan video; mendistribusikan cerita-cerita yang menjadi topik berita; menekankan peristiwa-peristiwa dan kampanye saat ini; mendorong rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth): dan mendapatkan umpan balik.

Blogging telah menjadi sangat populer di antara konsumer dan perjalanan (travel) adalah satu di antara tema yang paling dibicarakan orang-orang untuk menulis di media online. Kebanyakan aktivitas adalah komunikasi konsumer ke konsumer (C2C) tentang pengalaman perjalanan wisata. TKD dan bisnis pariwisata menggunakan blog untuk lima tujuan yang berbeda: (a) komunikasi, (b) promosi, (c) distribusi produk, (d) manajemen, dan (e) riset.

Saat ini telepon bergerak (mobile) dan telepon cerdas (smartphone) digunakan secara luas oleh perjalanan (travel) dan pariwisata (tourism) dengan beberapa aplikasi. Mobile Electronic Tourist Guides (METGs) adalah satu di antara aplikasi yang digunakan oleh TKD, yang berkontribusi terhadap panduan untuk wisatawan sebagai aplikasi di smartphones. Augmented Reality (AR) menambah pengalaman bagi pengguna telepon di dalam berbagai destinasi.

Ada banyak TIK yang digunakan dalam berbagai bagian di sektor kepariwisataan. GPS, smart cards dan podcast adalah tiga dari aplikasi TIK yang paling sering digunakan di dalam berbagai destinasi dan TKD. Geo-tagging, e-book readers dan wikis adalah tiga TIK lainnya yang mempunyai potensi yang baik di masa depan bagi TKD.

Untuk mengambil keuntungan dari penggunaan penuh TIK, TKD perlu melakukan, sebagai berikut.

1. Merancang dan memelihara efektivitas website termasuk mengevaluasi secara terus menerus website tersebut.

2. Mengefektifkan penggunaan email untuk berkomunikasi dengan wisatawan potensial, para pemangku kepentingan, dan lain-lainnya.

3. Menetapkan dan memelihara halaman-halaman yang paling populer di situs-situs jejaring sosial.

4. Mengembangkan aplikasi-aplikasi untuk smartphones dan perangkat tablet yang paling populer.

5. Secara terus menerus melacak komentar-komentar tentang destinasi dan pelayanan kepada para pemangku kepentingan kepariwisataan.

6. Secara terus menerus melacak situs-situs blog perjalanan. Memberikan umpan balik dan komentar-komentar bila diperlukan.

7. Menggunakan blog untuk menyediakan informasi-informasi yang diperlukan dan cerita-cerita tentang destinasi.

8. Mereviu kemungkinan menggunakan smart cards di dalam destinasi.

Sumber:

Alastair M. Morrison (2013). Marketing and Managing Tourism Destinations.


0 thoughts on “Komunikasi Pemasaran Destinasi”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Globalisasi dan Industri Kreatif

Globalisasi terjadi dimana-mana dan Industri Kreatif merespons dengan menciptakan produk dan jasa kreatif. Fenomena yang terjadi di hampir semua kota besar di dunia yang dapat dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan dengan produk-produk ternama di dunia seakan Read more…

Arts

Istilah Warisan Budaya Hidup

Istilah Warisan Budaya Hidup atau Living Heritage adalah istilah lain yang digunakan dalam Konvensi 2003 UNESCO tentang Pelindungan Intangible Cultural Heritage. Istilah “Intangible Cultural Heritage” disingkat “ICH” diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Warisan Budaya Hidup Read more…

Arts

Relasi Tiga Konvensi UNESCO

Perjanjian antarnegara mengenai pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan informasi di bawah UNESCO atau yang lebih dikenal dengan Konvensi tentang proteksi warisan alam dan budaya, pelindungan budaya hidup, serta proteksi dan promosi tentang ekspresi keanekaragaman budaya, Read more…