Kebenaran adalah suatu keadaan yang dapat diterima akal lahir dan akal batin. Akal lahir artinya dapat dibuktikan secara empiris, sedangkan akal batin artinya dapat dibuktikan dengan keyakinan. Kebenaran tertinggi bersumber dari Yang Mahapencipta alam semesta beserta bumi dan isinya, dan yang berada di antara bumi dengan alam semesta. Selanjutnya disebut kebenaran absolut. Kebenaran absolut artinya dapat diterima dengan menggunakan akal lahir dan akal batin menurut agama dan kepercayaannya itu (pasal 29, ayat 2 UUD 1945). Kebenaran yang kedua bersumber dari ilmu pengetahuan. Kebenaran ilmu pengetahuan dibuktikan dengan menggunakan metode ilmiah. Selanjutnya disebut kebenaran ilmiah. Kebenaran ilmiah dapat diterima dengan menggunakan akal lahir oleh siapapun yang ingin membuktikan kebenarannya secara ilmiah (objektif, sistematis, logis, dan metodis). Kebenaran ilmiah kadangkala bertentangan dengan akal batin (keyakinan). Misalnya, menggunakan metode eksperimen yang bertentangan dengan agama dan kepercayaannya itu. Kebenaran yang ketiga bersumber dari pengetahuan manusia yang dipelajari dari lingkungannya. Selanjutnya disebut pengetahuan budaya (pengetahuan yang dimiliki bersama oleh para warga suatu masyarakat). Kebenaran pengetahuan budaya bersifat relatif artinya dapat diterima akal lahir dan akal batin menurut komunitasnya serta terikat dengan ruang dan waktu. Keris Indonesia ditinjau dari perspektif agama, misalnya, keris dilihat sebagai alat yang digunakan sebagai senjata untuk berperang di masa lalu. Keris Indonesia ditinjau dari perspektif ilmu pengetahuan, misalnya keris dilihat sebagai objek ilmu pengetahuan, yang dapat diteliti dengan metode ilmiah. Keris Indonesia ditinjau dari perspektif pengetahuan budaya, misalnya nilai, makna, dan fungsi keris sebagai bagian dari identitas budaya orang Jawa, berbeda dengan bagian dari identitas budaya orang Sumatera, berbeda dengan bagian dari identitas budaya orang Kalimantan, berbeda dengan bagian dari identitas budaya orang Sulawesi, berbeda dengan bagian dari identitas budaya orang Maluku, atau berbeda dengan bagian dari identitas budaya orang Papua. Jadi, Keris Indonesia memiliki identitas budaya yang beragam dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam perspektif UNESCO, yang menangani urusan pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi, keberagaman budaya, saling menghormati, dan pembangunan yang berkelanjutan, merupakan entitas utama untuk mewujudkan perdamaian dunia. PERTANYAANNYA 1. Apakah Keris Indonesia telah masuk dalam kurikulum pendidikan formal di sekolah-sekolah? 2. Apakah Keris Indonesia telah menjadi objek penelitian ilmiah? 3. Apakah nilai, makna, dan fungsi sosial budaya Keris Indonesia? 4. Apakah Keris Indonesia telah berperan dalam pembangunan berkelanjutan? Pertanyaan pertama perlu dijelaskan, sampai sejauhmana Keris Indonesia telah berperan dalam pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Pertanyaan ke-2 dapat dijawab bahwa keris telah menjadi objek ilmu pengetahuan dalam program studi D4 di ISI Surakarta. Pertanyaan ke-3 dapat dijawab dengan menjelaskan nilai, makna, dan fungsi Keris Indonesia dalam konteks ruang dan waktu. Pertanyaan ke-4 dapat dijawab dengan menjelaskan: Apakah Keris Indonesia telah berperan dalam menjaga pelestarian lingkungan alam? Apakah Keris Indonesia telah berperan dalam menghormati keberagaman budaya? Apakah Keris Indonesia telah memberi manfaat ekonomi terutama bagi perajin keris? Apakah Keris Indonesia telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia? Misalnya, sebagai sarana persahabatan antarbangsa. Penulis, Harry WALUYO Fasilitator ICH-UNESCO


0 thoughts on “Keris Indonesia ditinjau dari Perspektif Agama, Ilmu Pengetahuan, dan Pengetahuan Budaya.”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Penipuan Massal

Penipuan Massal dengan produk-produk budaya yang serupa. Menurut Adorno dan Horkheimer, industri budaya adalah fenomena utama dari kapitalisme akhir, yang mencakup semua produk dan bentuk hiburan ringan – dari film Hollywood hingga musik. Semua bentuk Read more…

Arts

Globalisasi dan Industri Kreatif

Globalisasi terjadi dimana-mana dan Industri Kreatif merespons dengan menciptakan produk dan jasa kreatif. Fenomena yang terjadi di hampir semua kota besar di dunia yang dapat dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan dengan produk-produk ternama di dunia seakan Read more…

Arts

Istilah Warisan Budaya Hidup

Istilah Warisan Budaya Hidup atau Living Heritage adalah istilah lain yang digunakan dalam Konvensi 2003 UNESCO tentang Pelindungan Intangible Cultural Heritage. Istilah “Intangible Cultural Heritage” disingkat “ICH” diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Warisan Budaya Hidup Read more…