Destinasi pariwisata yang memerhatikan faktor keamanan dan kenyamanan menjadi harapan setiap wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi pariwisata.
Membangun citra (branding) sebuah destinasi pariwisata sangat ditentukan oleh pandangan calon wisatawan dan investor terhadap sebuah destinasi pariwisata (negara, provinsi, kabupaten/ kota). Itulah sebabnya mengapa branding dan iklan sangat menentukan keberhasilan penjualan sebuah destinasi pariwisata.
Pada saat sebuah destinasi pariwisata terpuruk karena faktor alam atau manusia, yang membuat citra sebuah destinasi buruk di mata calon wisatawan, apalagi investor, yang diperlukan bukan membangun citra (branding) pariwisata, melainkan memperbaiki impresi (image) dengan menunjukkan mengapa, apa, dan bagaimana pengelola destinasi membenahi impresi tentang dirinya agar citra destinasi pariwisata berubah menjadi lebih baik di mata calon wisatawan atau investor.
Upaya untuk memperbaiki impresi sebuah destinasi pariwisata yang terpuruk (impresi negatif) memerlukan waktu lebih lama daripada memperbaiki branding pariwisata. Karena itu, kejujuran dan keterbukaan pengelola destinasi pariwisata akan menumbuhkan kepercayaan calon wisatawan atau investor sebelum berkunjung atau berinvestasi di destinasi pariwisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan. Pariwisata yang bertanggung jawab peduli dengan keamanan dan keselamatan wisatawan dan masyarakat di destinasi pariwisata, tidak hanya peduli dengan keuntungan atau kerugian ekonomi semata.
Pemerhati budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif

Related Posts

Art and Culture

Kode Etik Profesi

Kode etik adalah norma atau asas yang diterima oleh kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku. Kode etik profesi dibuat berdasarkan nilai budaya. Nilai budaya adalah konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dan bernilai Read more…

Art and Culture

Kontribusi Ekonomi Berbasis Hak Cipta dan Hak Industri Terkait di Indonesia

Studi ini merupakan upaya pertama untuk memahami secara lengkap dan sistematis mendefinisikan, Identitas, dan memperkirakan kontribusi ekonomi dari hak cipta dan hak industri terkait di Indonesia. Studi ini menggunakan metodologi WIPO untuk mendefinisikan industri berbasis Read more…

Art and Culture

Benteng Terakhir

Pandemi Corona tidak hanya mengancam kehidupan, tetapi juga penghidupan hampir di seluruh dunia. Bukan pilihan yang mudah, mana yang lebih penting dan mendesak, kehidupan atau penghidupan, seperti buah simalakama, keduanya saling membutuhkan. Begitu rentannya penghidupan Read more…