Ilmu agama dan Sains sangat dibutuhkan untuk kebahagiaan (ketenangan) hidup di dunia dan akhirat.

Berawal dari esai Einstein  “Science and religion,” dipublikasikan 1954.

Einstein mengatakan “Sains tanpa agama adalah timpang, agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta

Al Quran menunjukkan jalan kebahagiaan di akhirat dan di dunia, sedangkan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membimbing jalan kebahagiaan di dunia menuju kebahagiaan yang abadi di akhirat.

Semua umat Islam akan masuk surga, namun ada yang langsung masuk surga tanpa perhitungan, ada yang masih berbuat dosa tetapi mendapat pengampunan langsung dari Allah dan masuk surga, ada yang dibersihkan dulu dosa-dosanya di neraka sebelum masuk surga, dan ada yang masuk neraka selamanya karena tidak memegang amanah yang dipercayakan kepadanya, tidak menepati janji yang telah diucapkan, dan selalu berkata bohong. Selain itu, di akhir hayatnya belum sempat bertobat, dan mati dalam keadaan masih memuja Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Na’uudzubillaahi min dzalik.

Untuk mencapai kebahagiaan yang abadi di akhirat, manusia akan diuji di dunia dengan kebahagiaan dan kesengsaraan, silih berganti, apakah tunduk pada perintah dan larangan Allah (sami’na wa atho’na) sampai akhir hayat yang baik (husnul khotimah), atau melanggar perintah dan larangan Allah sampai akhir hayat yang buruk (su’ul khotimah).

Manusia yang tunduk pada perintah dan larangan Allah (sami’na wa atho’na) akan menempatkan Al Quran (Kalam Ilahi) lebih tinggi daripada ilmu pengetahuan dan teknologi, sebaliknya manusia yang menuhankan ilmu pengetahun dan teknologi di atas ilmu Al Quran dan As-Sunnah.

Itulah sebabnya, mengapa kita harus beriman dan belajar dari Al Quran dan As-Sunnah sebagai sumber sains dan teknologi, berlomba-lomba dalam kebaikan, tidak saling menjatuhkan, tetapi memberi manfaat bagi orang banyak, dan di akhirat mendapat rahmat Allah Yang Maha Penyayang.

Related Posts

Enactment

Kertas Putih

Lahir: Setiap anak dilahirkan suci (fitrah), maka kedua orang tuanya yang menjadikan dia Yahudi atau Nasrani atau anak itu menjadi Majusi (penyembah api) – HR. Bukhari dan Muslim; pendidikan anak di dalam keluarga adalah tanggung Read more…

Enactment

Skenario Pemulihan Ekonomi Nasional

Pengantar Skenario pemulihan ekonomi nasional sangat bergantung pada kondisi kesehatan masyarakat dan ketersediaan vaksin Covid-19. Dalam kondisi ekonomi nasional yang tertekan karena resesi, pandemi Covid-19 belum melandai, uji klinis vaksin masih berjalan, pemerintah telah menetapkan Read more…

Art and Culture

Ekonomi Kreatif: Dari Hilir sampai ke Hulu

Ekonomi Kreatif di Indonesia dirintis sejak pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) dengan diterbitkannya Inpres Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, berawal dari Kementerian Perdagangan, kemudian menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Read more…