Museum Batik Pekalongan

Di era disrupsi, setiap orang mempunyai peluang untuk sukses karena dapat menawarkan pengetahuan dan keterampilannya sendiri kepada yang membutuhkan.

Satu di antara market place yang saat ini paling digemari di dunia adalah YouTube. Semua film ICH (intangible cultural heritage) atau budaya hidup, yang telah diinskripsi oleh UNESCO, telah diunggah di YouTube.

Siapakah yang akan mendapat keuntungan sosial dan/ atau ekonomi?

Penerima manfaat utama adalah Steward. Siapakah Steward? Steward adalah seluruh anggota komunitas yang berperan sebagai pengelola warisan budaya takbenda sehingga mereka menerima manfaat langsung dari pemanfaatan warisan budaya takbenda mereka sendiri

Itulah sebabnya, mengapa produksi film ICH seyogianya diproduksi oleh komunitas, yang difasilitasi oleh pemerintah, ahli ICH, dan sektor privat. Tujuannya agar komunitas dapat hidup sejahtera, baik sosial maupun ekonomi, melalui pemanfaatan hak komunal warisan budaya takbenda mereka.

Jika komunitas mampu memproduksi film warisan budaya takbenda mereka sendiri, dengan kualitas yang memadai, kemudian diunggah di YouTube, saya yakin, setelah film tersebut dikenal luas, akan banyak pihak yang akan memberi perhatian kepada komunitas, yang telah mendapat pembinaan manajemen ICH. Pada akhirnya, seluruh anggota komunitas dapat hidup sejahtera di atas kaki mereka sendiri.

Pemerhati ICH

ICH in the era of disruption

In the era of disruption, everyone has the opportunity to succeed because they can offer their own knowledge and skills, to those in need.

One of the most popular market places in the world is YouTube. All intangible cultural heritage films, which have been inscribed by UNESCO, have been uploaded on YouTube.

Who will get social and / or economic benefits?

The main beneficiary is Steward. Who is a Steward? Stewards are all members of the community who act as managers of intangible cultural heritage so that they receive direct benefits from the utilization of their own intangible cultural heritage

That is the reason why ICH film production should be produced by the community, facilitated by the government, ICH experts, and the private sector. The goal is that the community can live prosperously, both socially and economically, through the utilization of communal rights to their intangible cultural heritage.

If the community is able to produce their own intangible cultural heritage films, with adequate quality, then uploaded on YouTube, I am sure, after the film is widely known, many parties will pay attention to the community, which has received ICH management coaching. At the end, all members of the community can live prosperously on their own feet.

ICH observer


0 thoughts on “ICH di Era Disrupsi”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Peran seumur hidup: mendorong perdamaian dan kreativitas

Forest Whitaker adalah seorang seniman dan humanis. Dia adalah pendiri dan CEO Prakarsa Perdamaian dan Pengembangan Whitaker (WPDI/ The Whitaker Peace and Development Initiative), pendiri dan ketua dari Institut Internasional untuk Perdamaian, Duta Besar UNESCO Read more…

Arts

Membeku dan Tidak Kontekstual

Membeku (freeze) dan tidak kontekstual (decontextualization) adalah istilah yang digunakan dalam Konvensi 2003 tentang Pelindungan Warisan Budaya Takbenda. Warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) atau lebih dikenal dengan istilah budaya hidup (living culture) menurut pasal Read more…

Enactment

Pebisnis Sukses Usia 20 Tahun adalah Kebohongan

DATA DARI BIRO SENSUS DAN IRS MENUNJUKKAN USIA RATA-RATA PARA PENDIRI BISNIS YANG SUKSES BERUSIA 42 TAHUN. Oleh Meredith Somers 20 April 2018 Mark Zuckerberg, Steve Jobs, dan Bill Gates memulai Facebook, Apple, dan Microsoft Read more…