Globalisasi terjadi dimana-mana dan Industri Kreatif merespons dengan menciptakan produk dan jasa kreatif.

Fenomena yang terjadi di hampir semua kota besar di dunia yang dapat dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan dengan produk-produk ternama di dunia seakan hadir dimana-mana, atraksi wisata yang serupa, transaksi dengan kartu kredit atau emoney, gedung-gedung pencakar langit yang hampir serupa, kendaraan-kendaraan yang hilir-mudik dengan model yyang hampir serupa, mode yang hampir serupa dimana-mana, kedai makanan dan kopi yang menjamur dimana-mana, jasa yang serupa dimana-mana, cenderamata yang serupa, bahkan wajah dan gaya hidup yang hampir serupa dimana-mana menjadi fenomena global.

Kejenuhan pasar

Fenomena globalisasi seperti virus yang mudah menyebar di seluruh dunia, padahal pasar yang dibanjiri dengan produk dan jasa yang serupa akan mengalami kejenuhan. Pelanggan yang mencari produk yang unik dan berbeda akan kecewa karena produk dan jasa yang ditawarkan mudah diduplikasi dan dijual dengan harga yang lebih murah. Pada saat pasar tidak merespons kebutuhan dan keinginan pelanggan yang berbeda-beda, pasar akan lesu karena pelanggan jenuh dengan produk dan jasa yang itu-itu lagi.

DNA

Produk dan jasa kreatif yang mempunyai nilai bagi pelanggan.

Dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini, telah mengubah wajah dunia hampir serupa. Pada awal perkembangannya bermunculan perangkat komputer yang tidak bisa dibawa kemana-mana sampai dengan smartphone dengan fitur-fitur yang terus berkembang sampai saat ini.

Dengan perangkat teknologi dan ilmu pengetahuan diciptakan robot-robot yang memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Perkembangan teknologi robot ini telah mengubah cara pandang manusia tentang manusia itu sendiri. Para ahli ekonomi sangat memahami perkembangan ini sehingga perlu menentukan pilihan jenis pekerjaan apa yang dapat dilakukan oleh robot dan/ atau yang dapat dilakukan oleh manusia.

Manusia adalah makhluk individu sekaligus sosial, karena itu perkembangan teknologi yang didorong dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi telah menciptakan dunia baru yang hampir serupa atau lebih dikenal dengan fenomena globalisasi.

Pada satu sisi, perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan ekonomi telah mengubah wajah dunia yang hampir serupa, tetapi pada sisi lainnya, manusia telah kehilangan nilai-nilai yang membuat manusia merasa dihargai keberadaannya, yaitu manusia yang sadar dengan keterbatasannya, manusia yang membutuhkan lingkungan alam yang menopang kebutuhan hidupnya, manusia yang membutuhkan orang lain, dan manusia yang tunduk kepada Zat Yang Mahakuasa. Semua nilai tersebut yang membuat manusia merasa dihargai sebagai manusia, yang tidak bisa digantikan dengan perangkat teknologi apapun. Karena itu, perkembangan industri kreatif atau ekonomi kreatif, bukan hanya menciptakan produk dan jasa kreatif (teknologi dan ilmu pengetahuan) yang dapat membuka lapangan kerja (ekonomi), dengan menyiapkan infrastruktur dan ekosistem pendukungnya (hardware dan software), melainkan menggali potensi manusia yang unik dan berbeda (DNA), sehingga produk dan jasa kreatif yang diciptakan, benar-benar dapat memenuhi kebutuhan manusia yang sadar dengan keterbatasannya, sadar dengan lingkungan alamnya, sadar dengan keberadaan orang lain di sekitarnya, dan sadar dengan Zat Yang Mahakuasa atas dirinya. Dengan demikian, fenomena globalisasi, yang membuat produk dan jasa kreatif yang serupa seperti robot dan jasa pengiriman (uber, grab, gojek), berlomba-lomba menciptakan produk dan jasa kreatif yang merefleksikan nilai-nilai (DNA) yang telah disebutkan di atas.

Pemerhati budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif


0 thoughts on “Globalisasi dan Industri Kreatif”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Tabik

Penggunaan salam Tabik sudah lama dikenal di berbagai daerah, antara lain di komunitas melayu pasar dengan ucapan “tabe.” Salam “tabe” juga digunakan di Lampung dan Bugis, Makassar, sedangkan di Minangkabau mempunyai arti yang berbeda, yaitu Read more…

Arts

Brand Image

Brand Image adalah kesan umum tentang suatu produk yang ada di pikiran wisatawan yang nyata atau pun wisatawan potensial. Branding destinasi Membangun branding destinasi pariwisata berkelas dunia, nasional, atau pun lokal tidaklah mudah, apalagi dalam Read more…

Arts

Pengelolaan Warisan Alam dan Budaya Dunia berbeda dengan Pengelolaan Warisan Budaya Hidup

Pengelolaan Warisan Alam dan Budaya Dunia berbeda dengan Pengelolaan Warisan Budaya Hidup Warisan budaya hidup (living heritage) atau warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) Komunitas adalah sekelompok orang, yang dalam beberapa kasus, hanya beberapa orang Read more…