Seri: Pemasaran Destinasi Pariwisata

Banyak bisnis pariwisata dan berbagai usaha pariwisata (industri pariwisata) menawarkan produk dan layanan, yang saling mengisi daripada saling bersaing satu dengan yang lainnya.

Mereka mengombinasikan produk dan layanan, yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya, yang ditawarkan kepada pengunjung (wisatawan) yang mengejar kepuasan atau yang sedang melakukan perjalanan bisnis.

Dari Wisatawan Potensial ke Produk Pariwisata

1. Wisatawan mempunyai kebutuhan, motivasi, dan persepsi untuk memilih perjalanan.

2. Dalam memilih perjalanan, wisatawan mempunyai daya beli berdasarkan karakteristik wisatawan meliputi segmen perjalanan utama, arus perjalanan, dan moda transportasi.

3. Berdasarkan hal tersebut di atas, sebuah destinasi pariwisata, membuat rencana pengembangan destinasi pariwisata dan tata kelola destinasi pariwisata, dengan menetapkan kebijakan, menyusun perencanaan, pengawasan, pengembangan, dan pelayanan berbagai kegiatan kepariwisataan, dengan menekankan prinsip pariwisata berkelanjutan, yang mencakup aspek lingkungan alam, sosial-budaya, dan ekonomi, yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di destinasi pariwisata.

4. Berdasarkan hal tersebut di atas, sebuah produk pariwisata dipasarkan dengan menggunakan strategi, perencanaan, promosi, dan distribusi.

Berbagai destinasi pariwisata, bisnis pariwisata, dan fasilitas ditawarkan kepada wisatawan potensial dengan menggunakan saluran promosi dan distribusi yang efektif, yang akan mendorong wisatawan untuk melakukan perjalanan.

Sumber:
Diolah dari Model Sistem Pariwisata


0 thoughts on “Bisnis Pariwisata”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Peran seumur hidup: mendorong perdamaian dan kreativitas

Forest Whitaker adalah seorang seniman dan humanis. Dia adalah pendiri dan CEO Prakarsa Perdamaian dan Pengembangan Whitaker (WPDI/ The Whitaker Peace and Development Initiative), pendiri dan ketua dari Institut Internasional untuk Perdamaian, Duta Besar UNESCO Read more…

Arts

Membeku dan Tidak Kontekstual

Membeku (freeze) dan tidak kontekstual (decontextualization) adalah istilah yang digunakan dalam Konvensi 2003 tentang Pelindungan Warisan Budaya Takbenda. Warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) atau lebih dikenal dengan istilah budaya hidup (living culture) menurut pasal Read more…

Enactment

Pasar Konvensional dan Pasar Online

Pasar, tempat bertemunya pedagang (penjual) dengan pembeli. Sebelum mengenal uang, transaksi dilakukan dengan tukar menukar barang (barter). Untuk memudahkan tukar menukar barang diciptakan uang sebagai alat tukar untuk membeli barang dan jasa. Ada barang dan Read more…