Courtesy of Batik Museum Pekalongan

Pertemuan informal tentang Big Data Warisan Budaya takbenda dengan Adam Cao dari Yong Xin Hua Yun Cultural Industry Investment Group Co., Ltd. pada Sesi ke-13 the Intergovernmental Committee for Safeguarding of Intangible Cultural Heritage di Mauritius, 29 November 2018.

Pada 23 September 2018, Asisten Direktur Jenderal UNESCO berkunjung ke Qianmen Cultural Park dan menandatangani perjanjian kerja sama dengan Yong Xin Hua Yun.

Yong Xin Hua Yun adalah partner global UNESCO di bidang warisan budaya takbenda, dan perusahaan yang membangun dan mengoperasikan platform big data warisan budaya takbenda.

Perusahaan Yong Xin Hua Yun bertujuan membangun sebuah platform tentang warisan budaya takbenda di seluruh dunia, yang distandardisasikan, didigitalisasikan, menjadi data warisan budaya takbenda yang cerdas dan terbuka. Perusahaan Yong Xin Hua Yun berupaya membangun sebuah proyek klasifikasi standar untuk warisan budaya takbenda, pewaris (inheritors) dan hasil karyanya, juga sebuah otoritatif sistem kodifikasi identifikasi internasional. Selain itu, dengan menggunakan kemajuan internet, kreativitas artistik, keuangan, dan kekuatan industri lainnya, perusahaan Yong Xin Hua Yun melakukan upaya kerja sama untuk membangun rancangan ekologis tiga dimensi dan sistem komunikasi untuk menunjukkan nilai historis dan keindahan masa lalu dengan cara membuat sebuah brand baru. Di samping itu, perusahaan Yong Xin Hua Yun membangun proteksi warisan budaya takbenda terbesar di dunia dan paltform warisan budaya untuk membantu mempromosikan keberagaman budaya dari seluruh komunitas warisan budaya takbenda di seluruh dunia.

Kerja sama antara Yong Xin Hua Yun dengan UNESCO

Sejak 2015, Yong Xin Hua Yun telah melakukan sejumlah kerja sama dengan UNESCO di bidang warisan budaya takbenda, meliput pembangunan budaya yang berkelanjutan, proteksi warisan budaya takbenda, promosi keberagaman budaya, kerja sama internasional tentang kota kreatif, dan partner UNESCO dala. pendanaan, dan sebagainya.

Dalam tiga tahun bekerja sama dengan UNESCO, Yong Xin Hua Yun menyadari bahwa warisan budaya takbenda merupakan bagian penting dari kebudayaan manusia, adalah kristalisasi pengetahuan dan kebijaksanaan. Warisan budaya takbenda mengandung konotasi dan nilai-nilai.

Saat ini, dengan perkembangan sains dan teknologi, warisan budaya takbenda tradisional semakin tertinggal dalam kehidupan kita. Dengan kata lain, media baru dan internet lebih populer dan memasuki kehidupan semua orang. Semua orang memasuki era kecerdasan yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Perpaduan peningkatan penggunaan teknologi yang semakin populer dengan warisan budaya takbenda yang terancam punah diperkuat dengan sains dan teknologi adalah sebuah isu yang sangat penting tentang warisan budaya dan keberlanjutan peradaban.

Di bawah panduan konsep tersebut di atas, berbagai upaya yang dilakukan Yong Xin Hua Yun telah berhasil melakukan terobosan, khususnya proyek big data tentang warisan budaya takbenda dan ruang publik warisan budaya takbenda. Selain itu, platform big data warisan budaya takbenda bertujuan menegakkan prinsip sukarela, dan mengajak komunitas untuk mendaftarkan proyek-proyek warisan budaya takbenda pada daftar warisan budaya takbenda nasional, provinsi, dan kabupaten/ kota. Di samping itu, dengan menerapkan kemajuan teknologi seperi big data, cloud computing, dan internet, sebuah platform untuk informasi warisan budaya takbenda telah dibangun, menyajikan nilai-nilai budaya dan daya tarik artistik warisan budaya takbenda dalam sebuah bentuk baru sehingga terlihat sebagai warisan yang lebih baik dan berkembang.

Proyek ruang publik warisan budaya takbenda memperbarui model industri kreatif dan budaya dengan mendorong partisipasi publik dan menginspirasi keterampilan (craftmanship). Pada waktu yang bersamaan, Yong Xin Hua Yun berdedikasi memainkan sebuah peran memperkuat pembangunan berkelanjutan tentang warisan budaya takbenda di dunia. Yong Xin Hua Yun bekerja keras untuk meningkatkan pengakuan dan popularitas warisan budaya takbenda di antara masyarakat umum dan bersedia berbagi upaya dan pengalaman yang telah dilakukan dengan seluruh dunia. Dan Yong Xin Hua Yun juga mencari opini dan saran dari seluruh partner, dan memutuskan untuk melakukan eksplorasi sebagai cara yang terbaik untuk bekerja sama antara pemerintah dengan dunia usaha (public-private partnership), yang menguntungkan untuk proteksi dan keberlanjutan warisan budaya takbenda.
Secara singkat, melalui kerja sama online dan offline, Yong Xin Hua Yun mengadopsi dua model, yaitu model platform berbagi informasi dan ruang publik yang berupa fisik, sebagai sebuah platform komunikasi dan pewarisan warisan budaya takbenda. Dengan cara ini, pewaris warisan budaya takbenda (inheritors) dapat memperoleh dukungan keuangan dan keuntungan. Lebih dari itu, pengentasan kemiskinan dapat dicapai dalam proteksi warisan budaya takbenda dan warisan budaya takbenda dapat lebih baik terintegrasi dalam kehidupan modern melalui kombinasi teknologi dan kreasi budaya. Akhirnya, Yong Xin Hua Yun menyadari diseminasi warisan warisan budaya takbenda di dunia dan membuat warisan budaya takbenda sebagai bagian penting dari promosi pembangunan berkelanjutan dari komunitas yang bersangkutan.

Apa yang dapat Yong Xin Hua Yun lakukan untuk memproteksi warisan budaya takbenda

Sebagai sebuah perusahaan yang berpartner dengan UNESCO, Yong Xin Hua Yun akan mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan UNESCO dengan cara tanpa susah payah melakukan proteksi, promosi dan pewarisan warisan budaya takbenda, serta mempromosikan pembangunan kreativitas budaya. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Yong Xin Hua Yun melakukan beberapa hal sebagai berikut.

1. Membangun platform warisan budaya takbenda, yang terbuka bagi seluruh komunitas di seluruh dunia tanpa biaya (free). Setiap komunitas dapat mengunggah dan mendaftarkan informasi yang relevan sendiri, dan menikmati hak untuk menentukan sendiri dan menggunakan informasi.

2. Menetapkan sebuah mekanisme kerja sama internasional untuk proteksi hak cipta warisan budaya takbenda dan mendorong peningkatan kapasitas untuk proteksi, promosi, dan diseminasi dengan cara yang telah diatur.

3. Melaksanakan secara komprehensif, inklusif, pendidikan warisan budaya takbenda secara berkualitas melalui kerja sama dengan berbagai institusi dan mengorganisasi workshop, seminar dan pelatihan serta mengintegrasikan warisan budaya takbenda ke dalam kurikulum sekolah dan pelatihan praktik, dengan cara itu akan membawa energi baru (vitalitas) terhadap warisan budaya takbenda.

4. Menetapkan sebuah mekanisme kerja sama internasional untuk diseminasi warisan budaya takbenda di seluruh dunia, mempromosikan diseminasi warisan budaya takbenda dari berbagai aspek pengembangan warisan budaya takbenda, promosi aktivitas warisan budaya takbenda, riset dan analisis pemerhati warisan budaya takbenda, dan efek umpan balik dari komunikasi tentang warisan budaya takbenda.

5. Mengandalkan seluruh sumber data platform warisan budaya takbenda, mengembangkan analisis artificial intelligence (AI), dan mempromosikan inovasi warisan budaya takbenda melalui penerapan analisis data untuk membentuk sebuah peninggalan (legacy) ekosistem pewarisan warisan budaya takbenda.

Sobat budaya,
Harry WALUYO,
Global Network Facilitators, UNESCO.

 


0 thoughts on “Big Data Warisan Budaya Takbenda”

Leave a Reply

Related Posts

Arts

Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia mau dibawa kemana? Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjelaskan tentang tujuan hidup kita berbangsa dan bernegara sangat jelas tertulis dalam pembukaan UUD 1945 dan tidak pernah diubah sampai sekarang, kecuali batang tubuh dan pasal-pasalnya Read more…

Arts

Sebuah pemikiran untuk strategi pemajuan kebudayaan

Strategi pemajuan kebudayaan Isu-isu pokok kongres kebudayaan 8 dari 10 pokok-pokok isu yang akan dibahas dalam Kongres Kebudayaan, 5-9 Desember mendatang termasuk dalam warisan budaya takbenda, yaitu (1) bahasa, (2) manuskrip*, (3) adat istiadat, (4) Read more…

Arts

Peran seumur hidup: mendorong perdamaian dan kreativitas

Forest Whitaker adalah seorang seniman dan humanis. Dia adalah pendiri dan CEO Prakarsa Perdamaian dan Pengembangan Whitaker (WPDI/ The Whitaker Peace and Development Initiative), pendiri dan ketua dari Institut Internasional untuk Perdamaian, Duta Besar UNESCO Read more…