Mereka banyak mendapatkan pahala, tanpa harus lelah dan bersusah payah.

Terutama di zaman ini, seringkali sebagian kaum muslimin menjalankan amalan-amalan yang dianggap ibadah, tapi tidak ada tuntunannya dari Nabi shollalloohu alaihi wasallam.

Mereka mengorbankan banyak harta, tenaga, waktu, dll. untuk melakukanya, tapi itu semua menjadi sia-sia,

Sebagaimana sabda Nabi shollalloohu alaihi wasallam:

“Barang siapa melakukan amalan (ibadah) yang tidak sesuai dengan tuntunan kami, maka ia ditolak.”

Ahlussunnah, mereka akan mendapatkan banyak pahala dengan meninggalkan amalan-amalan itu, karena mereka meninggalkannya untuk menjauhi larangan Nabi shallallahu alaihi wasallam:

“Jauhilah perkara-perkara baru (dalam agama).”

Jadi, janganlah merasa RUGI ketika Anda tidak melakukan amalan mereka, karena justru dengan begitu Anda mendapatkan pahala, sedangkan amalan mereka menjadi sia-sia, bahkan bisa jadi mereka menuai dosa.

Ingatlah bahwa KETAATAN itu bisa dalam melakukan sesuatu, bisa juga dalam meninggalkan sesuatu.

Allah telah menegaskan hal ini dalam firmanNya (yang artinya):

“Apapun yang diberikan Rosul kepada kalian, maka AMBILLAH. Sebaliknya apapun yang dia larang, maka BERHENTILAH darinya.” (QS. Alhasyr: ayat 7)

Sumber:
Mutiara Risalah Islam

Categories: Religious Life

0 thoughts on “Ahlussunnah”

Leave a Reply

Related Posts

Religious Life

Doa Pagi dan Petang

Alloh akan perintahkan 70 ribu malaikat memohon ampunan baginya, jika ia mati di hari itu, maka ia mati sebagai syahid. Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Khalid Read more…

Religious Life

Bersedekah dengan perkataan yang baik

Hadits Qudsi Diriwayatkan dari ‘Adiy ibn Hatim r.a., beliau berkata, ketika aku sedang berada di samping Rosuulullooh ﷺ, kemudian datanglah dua orang laki-laki, salah satunya mengadukan tentang kemiskinan, dan laki-laki yang lainnya mengadukan tentang perampokan Read more…

News

Negara Indonesia bukan Negara Sekuler

Negara kita dibangun berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29, ayat 1) dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu (pasal 29, ayat 2). Read more…